Trump-Netanyahu Bertemu di Gedung Putih: Gencatan Senjata Gaza Fase 2 Macet, Hamas Tolak Lepas Senjata

GeNews.co.id -Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih Rabu lalu berlangsung hampir tiga jam penuh. Ini bukan pertemuan pertama mereka sejak Trump kembali berkuasa Januari 2025—sudah keenam kalinya. Tapi hasilnya? Belum ada titik terang. Netanyahu katanya menyampaikan bahwa fase kedua gencatan senjata Gaza “tidak bergerak sama sekali,” kata sumber Israel yang dekat dengan diskusi.

Trump sendiri cuma bilang di Truth Social-nya bahwa “belum ada yang definitif,” kecuali dia mendesak negosiasi dengan Iran terus jalan untuk cari kesepakatan. Ironisnya, isu Gaza justru jadi sorotan utama, sementara pembicaraan nuklir Iran malah dicuri perhatian.

Hamas Keras Kepala: “Lepas Senjata Berarti Bunuh Diri”

Gencatan senjata yang disepakati AS Oktober 2025 sudah masuk fase kedua sejak pertengahan Januari. Rencananya, Gaza didemiliterisasi, Hamas lepas senjata, dan pasukan Israel mundur bertahap. Tapi Hamas? Tolak mentah-mentah.

Khaled Mashaal, petinggi Hamas, bicara blak-blakan di Forum Al Jazeera di Qatar Minggu lalu. “Di tengah pendudukan ini, bicara soal lepas senjata sama saja bikin rakyat Palestina jadi korban mudah yang bisa dibantai Israel,” katanya. Tawaran Hamas: gencatan jangka panjang 5-10 tahun, senjata tetap di tangan mereka tapi janji nggak dipakai.

Israel dan AS nggak mau dengar. Menteri Pertahanan Israel Katz tegas: “Kalau Hamas nggak lepas senjata sukarela, kami bongkar paksa.” Pasukan Israel sudah siapkan rencana operasi baru, kata The Times of Israel.

Pelanggaran Gencatan Senjata Harian, Gaza Masih Kacau

Meski ada kesepakatan, Garis Kuning yang pisahkan wilayah Israel dan Hamas nggak pernah tenang. IDF bilang, sejak Oktober, kelompok Palestina udah langgar gencatan 99 kali. Saling tuding siapa yang salah, tapi fakta di lapangan: insiden hampir setiap hari.

Belum lagi urusan pemerintahan. Komite Nasional Administrasi Gaza, badan teknokrat 15 orang yang dipimpin Ali Shaath (mantan wakil menteri Otoritas Palestina), baru rapat perdana di Kairo Januari lalu. Tapi sampai sekarang, belum masuk Gaza untuk urus kesehatan, pendidikan, dan layanan publik. Netanyahu ngotot: rekonstruksi nggak boleh mulai sebelum Hamas beneran didemiliterisasi. Donor internasional pun ragu kasih dana tanpa jaminan aman.

Apa Selanjutnya? Ancaman Perang Baru di Gaza?

Pertemuan Trump-Netanyahu ini juga sentuh negosiasi nuklir Iran. Netanyahu pengen perluas agar Iran batasi rudal balistik dan dukungan ke Hamas-Hezbollah. Tapi Gaza tetap jadi bom waktu. Kalau Hamas nggak kompromi, Israel siap gerak militer. Dunia tunggu langkah Trump—apakah dia tekan Netanyahu atau dukung penuh?