×

BREAKING NEWS: Erupsi Gunung Ibu & Gempa di Ambon – Peringatan Dini BMKG

GeNews.co.id Gunung Ibu kembali mengalami aktivitas erupsi pada Sabtu (14/2/2026) pukul 09.12 WIT di wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara. Aktivitas ini terjadi setelah dalam sepekan terakhir mencatat lebih dari 35 kali letusan, menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak Gunung Ibu, dengan arah penyebaran abu ke barat daya dan barat. Volume letusan berada pada intensitas sedang hingga tebal, menimbulkan potensi gangguan penerbangan dan kualitas udara di sekitar.

PVMBG saat ini masih mencatat aktivitas kegempaan yang tinggi, termasuk 124 kali gempa letusan/erupsi, dengan amplitudo bervariasi. Masyarakat diimbau menghindari radius bahaya sekitar 2 kilometer dari kawah aktif, serta perluasan hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah utara.

Otoritas daerah dan BPBD setempat sudah meningkatkan kesiapsiagaan evakuasi warga hingga mengantisipasi dampak letusan berkelanjutan. Belum ada laporan korban jiwa hingga berita ini dimuat, namun warga diimbau tetap waspada.

Dua Gempa Guncang Wilayah Maluku

Gempa tektonik juga mengguncang wilayah Maluku dalam beberapa jam terakhir. Badan pemantau mencatat gempa berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) di Kabupaten Kepulauan Aru, dekat kota Dobo, Sabtu dini hari. Kejadian tersebut direkam hanya 9 menit sebelum laporan ini dibuat, namun belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban.

Selain itu, sekitar tengah hari, wilayah sekitar Kota Ambon, Maluku kembali dirasakan gempa dengan kekuatan 4,7 SR, menurut catatan pemantauan. Kedua peristiwa ini tidak memicu tsunami. Hingga kini otoritas masih mengumpulkan data lebih lanjut terkait dampaknya.

Warga diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa susulan, serta mengikuti arahan resmi dari BMKG dan BPBD setempat.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim

Selain peristiwa geologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca signifikan di berbagai wilayah Indonesia pada 14 Februari 2026. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi tekanan rendah dan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan masif di sejumlah provinsi.

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan banjir lokal dan angin puting beliung, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Prakiraan cuaca harian juga menunjukkan potensi hujan di beberapa kota besar seperti Jakarta yang diperkirakan akan berawan tebal dengan peluang hujan ringan sepanjang siang hingga sore hari. Kondisi ini konsisten dengan pola cuaca ekstrem yang berkembang hingga malam nanti.

Respons Otoritas & Antisipasi Bencana

Pemerintah daerah bersama instansi terkait seperti BPBD, Basarnas, dan Kepolisian Daerah (Polda) telah meningkatkan koordinasi untuk mitigasi risiko bencana alam ganda ini. BPBD Maluku Utara menyatakan kesiapsiagaan evakuasi bagi warga terdampak letusan Gunung Ibu. Sementara BMKG terus memantau gempa dan perkembangan cuaca dalam 24 jam ke depan.

Jalur komunikasi darurat juga diperluas untuk membantu respon cepat terhadap kemungkinan gempa susulan atau letusan lanjutan. Pemerintah provinsi setempat mengimbau masyarakat mengikuti arahan resmi dan menjauhi lokasi berbahaya untuk mengurangi risiko kecelakaan.