4 Anggota KKB Ditangkap, Termasuk Penembak Pesawat Smart Air
GeNews.co.id Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dua di antaranya diduga kuat terlibat penembakan pesawat perintis Smart Air PK-SNR yang terjadi pada 11 Februari 2026 di Boven Digoel, Papua Selatan.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, memastikan penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan terhadap insiden tragis tersebut.
Menurut keterangan resmi, total sekitar 20 orang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap pesawat Smart Air PK-SNR yang membawa penumpang dan awak pesawat.
Sampai saat ini, dua orang berinisial GW dan EH telah diidentifikasi dan masih dalam pemeriksaan intensif aparat keamanan.
Sedangkan dua terduga lainnya juga diamankan dan dalam proses pendalaman.
Penangkapan para terduga dilakukan di wilayah Yahukimo, Papua, seiring dilakukannya operasi besar Satgas Damai Cartenz.
Aparat menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sipil menjadi prioritas dalam setiap langkah penindakan ini.
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua

Insiden penembakan pesawat Smart Air PK-SNR terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel.
Pesawat perintis itu baru saja mendarat dalam penerbangan dari Bandara Tanah Merah ketika sebuah kelompok KKB menyerang dari sekitar hutan.
Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pesawat mengalami 13 tembakan yang merusak badan pesawat.
Dua awak pesawat, yaitu pilot Kapten Egon Irawan dan kopilot Baskoro Adi Anggoro, menjadi korban tewas akibat tembakan tersebut.
Sementara 13 penumpang lainnya selamat tanpa luka serius dan berhasil menjauhi lokasi serangan.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.30–11.00 WIT saat proses pendaratan berlangsung.
Hasil penyelidikan awal juga menyebutkan bahwa sekitar 20 orang anggota KKB dilibatkan dalam penyerangan tersebut.
Kelompok itu diduga berasal dari beberapa batalion aktif di wilayah Papua seperti “Cannibal” dan “Semut Merah”, menurut keterangan Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani.
Upaya penegakan hukum terus dilakukan setelah peristiwa yang mengguncang dunia penerbangan perintis ini.
Detil Penangkapan oleh Satgas Damai Cartenz

Operasi penangkapan empat anggota KKB berlangsung di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dalam dua hari terakhir.
Satgas Damai Cartenz menerjunkan personel gabungan untuk melacak keberadaan para terduga pelaku berdasarkan temuan penyelidikan awal.
Dua di antara yang ditangkap sudah dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk penembakan pesawat Smart Air, ujar Brigjen Faizal.
Sementara itu, dua lainnya sedang menjalani pemeriksaan mendalam untuk menentukan peran mereka dalam jaringan KKB tersebut.
Dalam penindakan ini, aparat juga menyiagakan ratusan personel keamanan untuk melakukan pengamanan wilayah yang luas dan medan geografis yang menantang.
Pengejaran terhadap anggota KKB lainnya masih terus dilakukan hingga seluruh jaringan aktor kekerasan ini terputus.
Reaksi Pihak Berwenang dan Upaya Pengamanan Wilayah

Pemerintah dan aparat keamanan menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengamanan di wilayah Papua, khususnya jalur penerbangan perintis.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyatakan penambahan personel TNI-Polri menjadi langkah segera untuk mencegah terulangnya serangan bersenjata terhadap penerbangan sipil.
Upaya pengamanan di Bandara Koroway dan sejumlah titik rawan konflik kini diperketat setelah insiden penembakan yang memakan nyawa awak pesawat.
Instansi terkait juga melakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan dan pertahanan di seluruh bandara perintis di Papua.
Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam keras tindakan penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Wakil Ketua II MRP Max Ohee menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil dan awak pesawat tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun.
Dampak Insiden terhadap Transportasi dan Komunitas Lokal
Insiden penembakan pesawat Smart Air berdampak luas pada sektor transportasi udara di Papua.
Sejumlah bandara perintis sempat ditutup sementara untuk evaluasi keamanan dan pengamanan lebih ketat.
Rentetan kekerasan oleh KKB juga memicu kekhawatiran di kalangan pilot dan operator penerbangan perintis, yang meminta jaminan keamanan nyata sebelum mengoperasikan rute ke daerah konflik.
Transportasi udara menjadi tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Papua, mengingat kondisi geografis yang sulit dijangkau lewat darat.
Gangguan seperti ini tidak hanya mengancam keselamatan awak dan penumpang pesawat, tetapi juga kehidupan masyarakat pedalaman yang bergantung pada jasa penerbangan tersebut.
Pihak berwenang terus berupaya meminimalkan dampak terhadap layanan dan memastikan keamanan publik.
Aparat keamanan menegaskan bahwa penegakan hukum dan pengamanan wilayah akan terus menjadi fokus utama guna menjaga stabilitas di Papua.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata.


