Jelang Kesepakatan dengan Trump, Prabowo Kumpulkan Menteri Sektor Ekonomi

GeNews.co.id Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri sektor ekonomi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (16/2/2026). Rapat digelar menjelang rencana kesepakatan strategis dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan berlangsung tertutup selama hampir tiga jam.

Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi juga terlihat memasuki kompleks Istana sejak pukul 09.30 WIB. Agenda utama membahas penguatan kerja sama perdagangan dan investasi bilateral.

Airlangga menyebut pemerintah tengah mematangkan posisi negosiasi Indonesia. Fokus pembahasan meliputi akses pasar, tarif ekspor, serta peluang investasi industri strategis. Pemerintah ingin memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas.

Fokus Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Rencana kesepakatan dengan Amerika Serikat mencakup sejumlah sektor utama. Di antaranya industri manufaktur, energi, dan hilirisasi mineral. Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

Sri Mulyani menegaskan stabilitas fiskal menjadi perhatian penting. Ia menyampaikan bahwa setiap komitmen kerja sama harus memperhitungkan dampak terhadap APBN. Pemerintah juga mengkaji insentif bagi investor.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia–AS pada 2025 mencapai lebih dari USD 38 miliar. Neraca perdagangan masih mencatat surplus bagi Indonesia. Angka tersebut menjadi modal dalam proses negosiasi.

Strategi Indonesia Hadapi Negosiasi Global

Prabowo meminta jajaran ekonomi menyiapkan skenario terbaik. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian. Pemerintah ingin tampil solid di hadapan mitra strategis.

Menurut sumber di lingkungan Istana, pembahasan juga mencakup isu rantai pasok global. Pemerintah ingin memanfaatkan momentum relokasi industri. Indonesia dinilai memiliki potensi besar di sektor baterai dan kendaraan listrik.

Selain itu, isu tarif dan hambatan non-tarif turut menjadi perhatian. Pemerintah berharap ada penurunan hambatan dagang untuk produk tekstil dan alas kaki. Sektor tersebut menyerap jutaan tenaga kerja domestik.

Pertemuan Diplomatik dan Agenda Lanjutan

Rencana pertemuan bilateral Prabowo dan Donald Trump dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Lokasi pertemuan disebut akan digelar di Washington DC. Namun pemerintah belum mengumumkan tanggal resmi.

Kementerian Luar Negeri memastikan komunikasi diplomatik terus berjalan. Tim teknis dari kedua negara telah melakukan pembahasan awal. Hasil rapat kabinet akan menjadi dasar sikap Indonesia.

Pengamat ekonomi menilai langkah konsolidasi internal penting sebelum kesepakatan diteken. Pemerintah perlu mengantisipasi dampak jangka panjang terhadap industri dalam negeri. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi sorotan publik.

Prabowo menegaskan Indonesia mengedepankan prinsip saling menguntungkan. Ia tidak ingin kerjasama merugikan pelaku usaha nasional. Pemerintah berkomitmen menjaga kepentingan ekonomi rakyat.