×

Spesialis Gempa dan Tsunami, Daryono Resmi Mundur sebagai Direktur BMKG

GeNews.co.id Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah mengajukan pensiun dini. Pengumuman ini disampaikan kepada publik pada Jumat malam, 13 Februari 2026.

Langkah itu sekaligus menandai akhir masa pengabdiannya di institusi yang telah membesarkannya selama puluhan tahun. Daryono mengajukan pengunduran diri karena mempertimbangkan kondisi kesehatan dan rencana pribadi lainnya.

Melalui pernyataannya, ia meminta agar media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan masa depan. Hingga 1 Mei 2026, ia masih tercatat sebagai pegawai BMKG.

Alasan Pengunduran Diri dan Pensiun Dini

Dalam keterangannya, Daryono menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut sejalan dengan rencana pensiun dini. Ia tengah menjalani perawatan medis untuk gangguan kesehatan mata berupa distrofi kornea sehingga butuh waktu pemulihan yang signifikan.

“Saya telah mengajukan pengunduran diri sekaligus pensiun dini,” ucap Daryono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pengunduran diri itu dilakukan secara resmi setelah proses administratif kepada Pimpinan BMKG pada Jumat malam. Daryono juga mengambil cuti dinas sembari menunggu masa pensiun dini mulai berlaku.

Jejak Karier Tokoh Kebencanaan Kebanggaan Bangsa

Daryono bukan nama asing di dunia kebencanaan Indonesia. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1971 dan meniti pendidikan meteorologi dan geofisika sejak awal karirnya.

Lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993, Daryono kemudian meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia, magister di Universitas Udayana, serta doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.

Kariernya di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai MKG Wilayah III Denpasar. Sejak tahun 2005, ia aktif sebagai peneliti geofisika hingga menduduki posisi-posisi strategis sebelum diangkat sebagai Direktur Gempa dan Tsunami pada 2022.

Kontribusi di Bidang Edukasi dan Kebencanaan

Selama menjabat direktur, Daryono kerap menjadi narasumber utama ketika gempa bumi dan potensi tsunami terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Namanya dikenal luas oleh media nasional dan masyarakat.

Daryono menyatakan bahwa meskipun tidak lagi menjabat secara struktural, ia tetap berkomitmen memberikan edukasi publik tentang kebencanaan, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Ia menilai tanggung jawab keilmuan, edukasi, dan moral sangat penting di Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan intensitas gempa yang tinggi.

“Saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik,” ucap Daryono sambil menekankan objektivitas ilmiah dan kepentingan keselamatan masyarakat.

Tanggapan Publik dan Langkah ke Depan

Keputusan Daryono mundur dari jabatan direktur menuai tanggapan dari sejumlah pihak. Banyak kalangan menghargai kontribusinya dalam memajukan mitigasi bencana di Indonesia.

Sebagai figur kebencanaan, ia telah memberikan penjelasan cepat dan akurat setiap kali gempa besar mengguncang wilayah nusantara. Peran ini dianggap penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana alam.

Ke depan, Daryono berencana membangun lembaga atau afiliasi baru yang kredibel guna terus menyuarakan pengetahuan ilmiah tentang gempa dan tsunami. Ia tetap terbuka menjadi narasumber dan berbagi pengetahuan jika diperlukan.