PGEO dan Pertamina Buka Jalan Energi Hijau: Terminal Tanjung Sekong Jadi yang Pertama di Indonesia
GeNews.co.id -PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bersama PT Pertamina Energy Terminal (PET) baru saja menggelar seremoni kick-off ESG Initiative Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, pada Rabu (11/2/2026). Langkah besar ini menandai lahirnya terminal hijau pertama di Indonesia. Sekaligus ekosistem hidrogen hijau berbasis panas bumi yang siap mendukung transisi energi nasional.
Proyek ini didukung investasi awal USD 3 juta dari PGEO untuk pilot plant hidrogen hijau di Wilayah Kerja Panas Bumi Ulubelu, Lampung. Dengan teknologi anion exchange membrane (AEM) electrolyzer yang punya efisiensi hingga 80 persen, fasilitas ini mampu produksi 80-100 kilogram hidrogen per hari.
Memasok Energi Bersih ke Terminal Strategis

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani menjelaskan, 80 persen output hidrogen dari Ulubelu akan dialokasikan langsung untuk Terminal Tanjung Sekong. Melalui fuel cell, hidrogen ini menggantikan bahan bakar fosil, memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal secara bertahap.
“Green hydrogen dari Ulubelu jadi sumber energi bersih andalan untuk Green Terminal Tanjung Sekong. Ini bagian dari transformasi Pertamina Group dan kontribusi dekarbonisasi nasional,” kata Yani. Terminal ini sendiri strategis banget, karena menyumbang 35-40 persen suplai LPG nasional.
Target Operasi dan Sertifikasi Hijau

Pilot project Ulubelu direncanakan operasional triwulan IV 2026, dengan uji coba tiga tahun sebagai proof of concept. Sertifikasi Green Terminal Label Certification (GTLC) untuk Tanjung Sekong ditargetkan selesai 2028.
Direktur Transformasi Pertamina Agung Wicaksono menambahkan, “Ini bukan sekadar proyek, tapi strategi bisnis berkelanjutan yang terintegrasi.” Sinergi dengan PT Elnusa Petrofin untuk distribusi juga jadi kunci, menjadikan model ini blueprint untuk terminal Pertamina lain menuju Net Zero Emission 2060.


