WMO: 2025 Diprediksi Jadi Salah Satu Tahun Terpanas dalam Catatan Iklim
GeNews.co.id Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) merilis data terbaru pada 6 November 2025 yang menunjukkan bahwa tahun 2025 kemungkinan besar akan menjadi salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah iklim global.
Laporan resmi ini didasarkan pada analisis data suhu yang dikumpulkan dari jaringan pengamatan meteorologi internasional. Mencerminkan tren pemanasan yang terus meningkat sejak beberapa dekade terakhir.
Menurut WMO, rekor suhu tinggi ini menunjukkan dampak perubahan iklim yang semakin nyata, termasuk gelombang panas ekstrem. Terjadi di berbagai belahan dunia serta anomali cuaca yang mempengaruhi pola musim.
Faktor Penyebab Kenaikan Suhu

Peningkatan suhu global ini dipicu oleh beberapa faktor utama, termasuk emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan metana yang terus meningkat akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.
Selain itu, fenomena alami seperti El Niño juga dapat memperkuat efek pemanasan global. Meskipun para ilmuwan menegaskan bahwa kondisi iklim secara keseluruhan didominasi oleh pengaruh antropogenik.
Dampak Terhadap Lingkungan dan Masyarakat
Tahun 2025 mencatat kenaikan suhu yang signifikan di banyak wilayah, termasuk Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Yang berdampak pada meningkatnya frekuensi gelombang panas ekstrem, kekeringan panjang, serta pencairan lapisan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Hal ini juga berdampak pada sektor pertanian, sumber daya air, serta kesehatan masyarakat, khususnya risiko penyakit terkait panas yang meningkat di masyarakat berpenduduk padat.
Upaya Global Menanggapi Perubahan Iklim
WMO mendesak negara-negara anggota untuk mempercepat implementasi komitmen dalam Perjanjian Paris dengan mengurangi emisi gas rumah kaca secara drastis.
Selain itu, penguatan adaptasi dan mitigasi di tingkat nasional menjadi fokus utama untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.


