Wapres Gibran Terjang Medan Labil untuk Temui Pengungsi Bencana di Tegal
Genews.co.id Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyambangi warga yang mengungsi akibat rumah mereka terdampak pergerakan tanah.
Kunjungan dilakukan di tengah kondisi medan yang masih labil. Beberapa titik akses menuju lokasi pengungsian dilaporkan rusak dan licin akibat hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut.
Menyusuri Lokasi Terdampak

Wapres Gibran tiba di wilayah terdampak dengan pengawalan terbatas. Ia menyusuri jalan desa yang mengalami retak dan pergeseran tanah.
Di beberapa titik, Gibran terlihat berjalan kaki untuk mencapai lokasi pengungsian. Langkah itu dilakukan karena kendaraan tidak dapat melintas dengan aman.
Medan yang dilalui masih berisiko. Petugas BPBD dan aparat keamanan terus memantau kondisi sekitar selama kunjungan berlangsung.
Dialog dengan Pengungsi
Setibanya di lokasi pengungsian, Wapres Gibran berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan keluhan para pengungsi terkait kondisi tempat tinggal dan kebutuhan mendesak.
Sebagian pengungsi menyampaikan kekhawatiran mereka. Warga berharap adanya kepastian terkait bantuan dan rencana relokasi.
Gibran juga menanyakan kondisi anak-anak, lansia, dan warga sakit. Ia memastikan kelompok rentan mendapat perhatian khusus.
Respons terhadap Kondisi Lapangan

Wapres menyoroti kondisi tanah yang masih bergerak. Ia meminta agar keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Gibran menegaskan bahwa warga tidak boleh kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh tim teknis. Ia juga meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan di zona rawan.
Menurutnya, keputusan evakuasi harus mengedepankan keselamatan jangka panjang.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Dalam kunjungan itu, Gibran berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Ia meminta laporan langsung mengenai dampak bencana.
Data jumlah rumah rusak dan warga terdampak menjadi perhatian utama. Pemerintah pusat disebut akan membantu percepatan penanganan.
Koordinasi lintas instansi dinilai penting agar bantuan tidak terhambat.
Bantuan dan Langkah Lanjutan
Wapres memastikan bantuan logistik terus disalurkan. Bantuan mencakup kebutuhan pangan, selimut, dan layanan kesehatan.
Ia juga meminta agar dapur umum tetap beroperasi. Ketersediaan makanan bagi pengungsi harus terjaga.
Selain bantuan darurat, Gibran menyinggung pentingnya rencana rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah akan mengkaji opsi relokasi bagi warga di zona berbahaya.
Perhatian terhadap Fasilitas Umum

Gibran turut meninjau fasilitas umum yang terdampak. Beberapa sekolah dan tempat ibadah dilaporkan mengalami kerusakan.
Ia meminta agar fasilitas pendidikan mendapat perhatian khusus. Proses belajar anak-anak di pengungsian diharapkan tetap berjalan.
Pemerintah pusat dan daerah diminta menyusun solusi sementara.
Imbauan kepada Masyarakat
Wapres mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.
Warga diminta mengikuti arahan petugas. Informasi resmi dari BPBD harus dijadikan acuan utama.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya.
Kondisi Terkini di Tegal
Hingga peninjauan dilakukan, pergerakan tanah masih dipantau secara intensif. Beberapa wilayah dinyatakan dalam status rawan.
Pengungsi masih bertahan di lokasi aman. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar mereka tercukupi.
Kunjungan Wapres Gibran diharapkan memberi semangat bagi warga. Pemerintah menegaskan komitmen untuk hadir langsung di tengah bencana.


