Wapres AS Peringatkan Iran Agar Tanggapi Serius Ancaman Serangan, Tegaskan Sikap Tegas Washington
GeNews.co.id Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, mengingatkan Iran untuk menanggapi secara serius setiap peringatan terkait potensi serangan. Pernyataan itu disampaikan di Washington DC pada Senin, 15 April 2024 waktu setempat. Ia menegaskan komitmen AS dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Situasi memanas setelah serangan balasan yang melibatkan drone dan rudal pada awal April 2024. Washington menilai eskalasi berisiko meluas jika tidak dikendalikan.
Pernyataan Tegas dari Washington

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Harris menyebut Iran harus mempertimbangkan konsekuensi serius. Ia menegaskan AS akan membela kepentingan dan sekutunya di kawasan. Pernyataan itu dikutip sejumlah media internasional, termasuk Reuters dan AP.
Menurut Harris, pemerintahan Presiden Joe Biden telah berkoordinasi dengan mitra regional. AS meningkatkan kesiapsiagaan militer sebagai langkah pencegahan. Namun Washington tetap membuka ruang diplomasi.
Gedung Putih menyatakan fokus utama adalah mencegah konflik regional yang lebih luas. Harris menekankan bahwa stabilitas Timur Tengah menjadi kepentingan global. Ia meminta semua pihak menahan diri.
Latar Belakang Ketegangan Iran dan Israel

Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus pada 1 April 2024. Iran menuding Israel bertanggung jawab atas insiden tersebut. Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat militer Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal ke wilayah Israel pada 13 April 2024. Sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar serangan. Peristiwa ini memicu kekhawatiran eskalasi besar.
AS bersama Inggris dan Prancis membantu Israel dalam menghadapi serangan tersebut. Washington menilai respons Iran berpotensi memperluas konflik. Situasi ini menjadi perhatian Dewan Keamanan PBB.
Respons Iran atas Peringatan AS

Pemerintah Iran melalui juru bicaranya menyatakan tindakan mereka bersifat defensif. Teheran menegaskan tidak menginginkan perang terbuka. Namun Iran memperingatkan akan membalas jika diserang.
Media pemerintah Iran menyebut operasi tersebut sebagai respons terbatas. Pernyataan itu menegaskan bahwa aksi militer sudah selesai. Meski begitu, situasi tetap tegang.
Para analis menilai komunikasi diplomatik sangat penting. Jalur tidak langsung melalui negara mediator terus dibuka. Oman dan Qatar disebut berperan dalam penyampaian pesan tidak resmi.
Dampak Global dan Seruan Deeskalasi
Ketegangan Iran dan Israel berdampak pada pasar energi global. Harga minyak sempat naik setelah serangan 13 April 2024. Investor mencermati potensi gangguan distribusi di kawasan Teluk.
Uni Eropa dan PBB menyerukan deeskalasi segera. Sekretaris Jenderal PBB meminta semua pihak menghindari tindakan provokatif. Stabilitas regional dinilai krusial bagi keamanan internasional.
Peringatan Wapres AS menjadi sinyal kuat posisi Washington. Amerika Serikat ingin mencegah konflik terbuka. Namun AS juga menegaskan kesiapan merespons setiap ancaman terhadap sekutunya.


