×

Tabrakan Dramatis Transjakarta di Jalur Layang 13 Cipulir: Puluhan Penumpang Luka dan Layanan Terganggu

GeNews.co.id Pada Senin pagi (23 Februari 2026), dua unit bus Transjakarta terlibat kecelakaan di Jalur Layang Koridor 13, dekat Halte Cipulir, Jakarta Selatan. Insiden terjadi sekitar pukul 07.15 WIB saat jam sibuk ketika banyak penumpang tengah berangkat bekerja atau beraktivitas. Lokasi kejadian berada di ruas Swadarma arah Cipulir yang digunakan untuk rute Puri Beta–Petukangan.

Kecelakaan ini menjadi sorotan media nasional karena melibatkan armada publik yang selama ini dianggap sebagai tulang punggung transportasi di ibu kota. Jalur layang tersebut dikenal sebagai “jalur langit”, karena berada di atas permukaan tanah tanpa pembatas fisik di tengahnya, sehingga satu lajur dapat berlawanan arah tanpa pembatasan yang jelas.

Petugas kepolisian dan tim evakuasi cepat hadir di lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta mengevakuasi korban serta kendaraan yang terlibat untuk mencegah dampak lebih panjang.

Korban Luka dan Kondisi Korban

Insiden ini menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Berdasarkan data terbaru, sekitar 23–24 orang luka ringan, beberapa di antaranya mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Dua orang dilaporkan mengalami patah tulang dan dirawat di RS Sari Asih Ciledug. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Korban luka kemudian dievakuasi dan dirawat oleh petugas medis yang siaga di lokasi. Transjakarta memastikan biaya pengobatan seluruh korban akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.

Pecahan kaca dan bodi bus yang ringsek menjadi penyebab utama cedera ringan pada penumpang, terutama mereka yang duduk di bagian depan salah satu bus yang terlibat.

Penyebab dan Dugaan Human Error

Penyebab kecelakaan hingga saat ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang dan pihak internal Transjakarta. Transjakarta mengonfirmasi bahwa investigasi sedang berjalan untuk mengetahui faktor utamanya secara akurat.

Namun, laporan sementara mengarah pada dugaan human error. Beberapa sumber menyebut bahwa salah satu sopir mengalami kantuk saat mengemudi, sehingga bus yang dikemudikannya masuk ke arah berlawanan dan bertabrakan dengan bus lain yang melintas.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyebut faktor kelelahan akibat sopir bekerja dua hari berturut-turut sebagai kemungkinan penyebab kecelakaan ini. Dugaan ini menunjukkan pentingnya pengaturan jam kerja yang lebih ketat demi keselamatan transportasi publik.

Dampak Operasional dan Respons Transjakarta

Kecelakaan yang terjadi di jalur khusus ini sempat mengganggu operasional layanan bus Transjakarta Koridor 13. Beberapa rute mengalami keterlambatan dan antrian panjang akibat insiden tersebut, terutama pada pagi hari ketika lalulintas padat.

Transjakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Mereka juga telah melakukan evakuasi penumpang ke halte terdekat dan memastikan mereka mendapat penanganan cepat.

Selain itu, proses pembersihan jalur dan evakuasi kendaraan yang terlibat dilaporkan selesai pada pukul 10.50 WIB, sehingga layanan kembali berjalan normal setelah penanganan di lokasi.

Evaluasi Keselamatan Transportasi Publik

Kecelakaan ini menjadi momentum evaluasi serius bagi Transjakarta dan otoritas daerah. Faktor human error dan durasi kerja pengemudi menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan standar operasional keselamatan.

Pihak berwenang juga diharapkan meningkatkan pengawasan serta sistem kerja sopir untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang. Evaluasi menyeluruh dapat mencakup pelatihan pengemudi, rotasi jam kerja, serta teknologi pencegah kecelakaan seperti monitoring kelelahan sopir.

Dengan respons cepat dari Transjakarta dan dukungan pihak kepolisian dalam investigasi, diharapkan kejadian ini dapat menjadi pembelajaran penting untuk keselamatan semua pengguna transportasi publik di kawasan metropolitan Jakarta. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya