Sugianto, PMI Indramayu Terima Penghargaan dari Presiden Korea Selatan
GeNews.co.id – Raut haru tampak jelas di wajah Warsinih (45) dan Waski (54). Pasangan suami istri asal Indramayu itu tak kuasa menahan air mata bahagia ketika mendengar kabar anak mereka. Sugianto, mendapat penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan. Sugianto, yang kini bekerja di Negeri Ginseng, dinilai berjasa atas aksi kemanusiaannya menyelamatkan para lanjut usia saat kebakaran hutan melanda kawasan permukiman di Desa Uiseong, Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, dalam sebuah acara resmi di Seoul pada Jumat (2/1/2026). Saat ditemui di kediamannya di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026), Warsinih mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Air mata kebahagiaan pun mengalir saat ia menceritakan kabar tersebut.
Pesan Kerendahan Hati dari Pekerja Migran Heroik

“Saya sangat bersyukur, senang sekali. Alhamdulillah, Sugianto masih diberi kesehatan dan keselamatan,” ucap Warsinih dengan suara bergetar. Sementara itu, sang ayah, Waski, mengatakan bahwa sejak lama ia selalu mengingatkan putranya agar tetap rendah hati dan peduli terhadap sesama. “Pesan saya hanya satu, kita semua disini harus saling peduli dan terus berusaha agar dapat bermanfaat untuk orang lain,” ucapnya.
Istri Sugianto, Indah (30), menambahkan bahwa suaminya tidak hanya menerima penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan. Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul juga memberikan apresiasi pada 16 April 2025 atas sikap keteladanan, solidaritas, serta kepedulian Sugianto terhadap warga sekitar tempat ia bekerja.
Selain itu, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) turut menganugerahkan sertifikat penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Menteri PPMI, Abdul Kadir Karding. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberanian Sugianto dalam aksi kemanusiaan.
“Semoga suami saya selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” ujar Indah penuh harap. Saat dihubungi melalui panggilan video WhatsApp, Sugianto menyampaikan rasa terima kasih dengan penuh kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
Nelayan Indramayu di Negeri Ginseng

“Terima kasih kepada Presiden Korea Selatan, KBRI di Seoul, dan Kementerian PPMI Indonesia,” ucapnya. Ia juga berpesan kepada sesama Pekerja Migran Indonesia agar selalu menumbuhkan kepedulian sosial di tempat merantau. “Hidup di negeri orang harus punya rasa sosial dan peduli dengan lingkungan sekitar,” katanya. Sugianto merupakan pekerja migran asal Indramayu yang bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan sejak 12 Desember 2017. Ia kini memiliki seorang istri dan seorang anak laki-laki berusia lima tahun.
Berkat kepercayaan dari tempat kerjanya, Sugianto mendapat kesempatan pulang ke Indonesia selama enam bulan setiap tahunnya. Tak hanya itu, Pemerintah Korea Selatan juga memberinya kepercayaan lebih dengan menganugerahkan Visa F-2, yakni visa residensi jangka panjang yang membuka peluang menuju status penduduk tetap (F-5).
Kisah keberanian Sugianto pun menjadi perbincangan luas, baik di Indramayu maupun secara nasional. Aksinya mengharumkan nama daerah asalnya sekaligus Indonesia di mata dunia.
Kisah Inspiratif yang Mengharumkan Nama Indonesia
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, Sugianto disebut sebagai salah satu “pahlawan tersembunyi” bersama Kepala Desa Kim Pil-Kyung (56) dan Kepala Komunitas Nelayan Yoo Myeong-shin (56). Kebakaran bermula di Desa Uiseong pada 22 Maret dan dengan cepat menyebar hingga wilayah Yeongdeok pada 25 Maret, melumpuhkan listrik dan komunikasi warga.
Di tengah situasi kacau, Sugianto berinisiatif membangunkan warga dan mengevakuasi para lansia. Ia berlari bolak-balik sambil menggendong tujuh orang lansia satu per satu, hingga seluruhnya berhasil diselamatkan dari kobaran api. Aksi heroik itu menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan keberanian dapat menyelamatkan banyak nyawa, bahkan di tengah kondisi paling genting sekalipun.


