×

Puluhan Korban Jiwa Jatuh Akibat Serangan Koalisi Arab Saudi di Yaman

GeNews.co.id – Sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) di Provinsi Ad Dali, wilayah barat daya Yaman, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Sejumlah sumber menyebutkan, pesawat tempur koalisi melancarkan sekitar 12 kali serangan udara yang menargetkan perlengkapan militer di kawasan Zubayd, Al-Zand, dan Jahaf. Peralatan tersebut dilaporkan diangkut menggunakan truk yang diduga membawa senjata serta amunisi yang diselundupkan dari Aden, ibu kota sementara Yaman.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Hingga kini, belum terdapat verifikasi independen terkait jumlah pasti korban sipil dalam insiden tersebut. Di sisi lain, juru bicara koalisi Arab yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Turki al-Maliki. Ia menyatakan bahwa koalisi bersama pasukan pemerintah Yaman melakukan serangan pendahuluan terbatas pada Rabu dini hari.

Konflik Eksistensial

Menurutnya operasi tersebut menyasar posisi STC di Provinsi Ad Dali. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X, al-Maliki menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan mencegah aktivitas militer. Aktivitas yang dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di kawasan itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemimpin STC, Aidarus al-Zubaidi, disebut telah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar menjelang tengah malam lengkap dengan kendaraan lapis baja. Dan dengan persenjataan berat dan ringan, serta amunisi. Menurut al-Maliki. Pergerakan pasukan berasal dari kamp militer Hadid dan As-Sulban menuju Provinsi Ad Dali. Hal ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik bersenjata di wilayah selatan Yaman.

Sementara itu, juru bicara militer STC mengatakan kepada AFP bahwa kelompoknya kini terlibat dalam konflik yang mereka sebut sebagai “penentuan dan bersifat eksistensial” melawan pasukan yang didukung Arab Saudi.

STC sendiri dikenal sebagai kelompok yang memperjuangkan pembentukan negara merdeka di Yaman selatan. Pada awal Desember lalu, kelompok ini berhasil menguasai sebagian besar wilayah selatan, termasuk Provinsi Hadhramaut dan al-Mahra.

Selama bertahun-tahun, wilayah selatan Yaman berada di bawah kendali Dewan Kepemimpinan Presiden (Presidential Leadership Council/PLC), sebuah badan eksekutif yang mencakup unsur STC dan awalnya mendapat dukungan Arab Saudi serta Uni Emirat Arab. Namun, dewan beranggotakan delapan orang tersebut kerap dilanda perpecahan internal, dengan sebagian anggotanya mendukung agenda separatis.

Hambatan De-Eskalasi oleh Zubaidi

Dalam perkembangan terbaru, Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman, Mohammed al-Jaber, menuding kepemimpinan STC sebagai pihak yang menghambat upaya de-eskalasi. Jaber menuduh pimpinan STC menolak untuk memberi izin pendaratan kepada para delegasi Saudi di Bandara Aden sehari sebelumnya.

Menurut Jaber, Wakil Ketua PLC sekaligus Ketua STC, Aidarus al-Zubaidi, mengeluarkan perintah untuk menutup aktivitas penerbangan di Bandara Aden. Akibatnya, delegasi Saudi yang hendak melakukan perundingan de-eskalasi gagal mendarat.

Data dari Flightradar24 menunjukkan tidak adanya aktivitas lepas landas maupun pendaratan di bandara tersebut selama lebih dari 24 jam. Jaber juga menuding Zubaidi mengambil sejumlah kebijakan sepihak tanpa koordinasi dengan PLC, termasuk memimpin apa yang ia sebut sebagai “operasi militer” ke Provinsi Hadhramaut dan al-Mahra.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya