×

Musisi Legendaris Ryan Kyoto Meninggal Dunia

Dunia musik Indonesia kembali berduka. Ryan Kyoto, musisi senior dan pencipta lagu legendaris era 1980-an hingga 1990-an, meninggal dunia pada Rabu, 28 Januari 2026 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kabar ini disampaikan melalui unggahan resmi Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) di media sosial.

Pihak keluarga mengkonfirmasi kepergian sang maestro. Jenazah almarhum dikebumikan di kawasan Balekambang, Kramat Jati pada siang hari Rabu. Ucapan belasungkawa mengalir dari kalangan musisi, sahabat, serta para penggemar di media sosial.

Perjalanan Karier dan Warisan Musik

Ryan Kyoto dikenal sebagai pencipta lagu bertangan dingin yang memberi warna pada musik Indonesia dan Asia Tenggara. Namanya melejit lewat karya-karya yang menjadi hits sepanjang masa. Ia tercatat memiliki ratusan lagu yang tercipta di bawah namanya.

Salah satu lagu ikonik yang dianggap sebagai warisan musiknya adalah “Cinta Jangan Kau Pergi”, yang dipopulerkan oleh penyanyi Malaysia Sheila Majid. Lagu ini berhasil menembus pasar internasional dan masih dikenang hingga kini.

Selain itu, karya Ryan Kyoto juga mencakup lagu-lagu yang dibawakan oleh musisi papan atas Indonesia, seperti “Sendiri Lagi” yang dinyanyikan oleh Chrisye, serta “Pasrah” yang populer lewat Ermy Kullit. Lagu-lagu ini memperkuat namanya sebagai salah satu komposer paling berpengaruh di era musik pop Indonesia.

Sepanjang kariernya, Ryan tercatat telah menciptakan lebih dari 135 lagu resmi yang tersebar di berbagai genre musik. Banyak dari karyanya terus diputar di radio dan platform digital hingga saat ini, menunjukkan jejaknya yang tak lekang oleh waktu.

Penyakit dan Kondisi Sebelum Wafat

Menurut informasi yang beredar, Ryan Kyoto sempat menjalani operasi pemasangan ring jantung di RS Hermina Kemayoran, Jakarta Pusat beberapa hari sebelum meninggal. Setelah operasi, kondisi almarhum sempat membaik dan bahkan dapat beraktivitas ringan bersama keluarga.

Namun, pada Senin (26 Januari 2026) pagi, ia mengalami serangan stroke yang membuat kondisinya tiba-tiba menurun. Ia kemudian dilarikan ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. Meskipun sempat sadar pada Selasa (27 Januari) malam, kondisinya kembali memburuk hingga akhirnya tutup usia pada 08.30 WIB pada Rabu.

Ucapan Belasungkawa dari Rekan Sejawat

Kabar duka ini mengundang reaksi dari musisi Indonesia dan Malaysia. Penyanyi Sheila Majid menyampaikan belasungkawa lewat unggahan media sosialnya. Ia mengenang Ryan sebagai sosok inspiratif yang melahirkan karya indah dan berpengaruh.

Banyak pemusik tanah air juga ikut menyampaikan rasa kehilangan. Mereka menulis pesan dukacita dan penghormatan atas dedikasi almarhum pada perkembangan industri musik.

Ucapan belasungkawa juga terlihat dari warganet dan komunitas musik online. Para penggemar mengenang karya-karya Ryan Kyoto sebagai bagian tak terpisahkan dari masa emas musik era 1980-an dan 1990-an.

Jejak dan Pengaruh di Industri Musik

Ryan Kyoto bukan hanya dikenal di Indonesia. Karyanya juga mendapat penghargaan dan perhatian di luar negeri, terutama di Malaysia, karena lagu-lagunya populer di sana. Pengaruhnya terlihat pada generasi musisi yang mengikuti jejaknya dalam mencipta lagu dan karakter musik yang mendalam.

Sosoknya dipandang sebagai jembatan antara era klasik dan modern dalam industri musik pop. Banyak musisi muda yang masih belajar dari struktur lagu dan lirik karya Ryan, menjadikannya inspirasi lintas generasi.

Kehilangan yang Mendalam

Kematian Ryan Kyoto meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia. Kepergiannya dianggap sebagai kehilangan besar, terutama bagi generasi yang dibesarkan dengan karya-karyanya.

Keluarga besar musisi berharap agar warisan musik Ryan Kyoto tetap hidup dalam ingatan dan terus diapresiasi oleh publik. Lagu-lagu yang diciptakan menjadi bukti nyata kontribusinya pada sejarah musik Indonesia. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya