Serangan Rusia ke Pokrovsk: Pertempuran Sengit dan Taruhannya di Donbas
Genews.co.id -Rusia telah memaksimalkan serangan ke Pokrovsk yang terletak di Ukraina timur. Pertempuran ini dimulai dengan sangat sengit, pertempuran ini terjadi dari rumah ke rumah. Serangan ini berpotensi menjadi perolehan wilayah terbesar bagi Rusia sejak mereka merebut kota Bahamut pada Mei 2023.sumber; Rueters.com
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menguasai sejumlah besar bangunan di sebuah kota selama 24 jam. Pasukan juga sudah bergerak maju ke utara melalui permukiman yang ada. Mereka juga menyatakan bahwa pasukan Ukraina di dua kota, Pokrovsk dan Kupiansk, telah dikepung.
Selain itu mereka telah diserukan untuk menyerah agar terhindar dari “kehancuran yang pasti.” Namun, pejabat Ukraina secara tegas membantah bahwa ada pengepungan dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menegaskan bahwa pasukan Ukraina justru masih aktif melakukan perlawanan.
Pertahanan Sengit Pasukan Ukraina

Rusia mengumumkan pencapaian militer tertentu di wilayah pendudukan baru 64 bangunan dikuasai dalam 24 jam dan pengepungan pasukan Ukraina. Sementara pihak Ukraina menolak klaim tersebut dan menyatakan mereka masih bertahan dan melawan dengan aktif.sumber;BBC.com
Pertempuran di Pokrovsk, kota strategis di wilayah timur Ukraina, semakin memanas. Pasukan Ukraina, meski jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan pasukan Rusia, menunjukkan perlawanan yang gigih. Dalam kondisi yang sulit dengan pasukan Rusia yang jumlahnya delapan kali lipat, pasukan Ukraina tetap bertahan dan melakukan beberapa serangan balasan. Kota yang semula terjadi sekitar 60.000 jiwa itu kini menjadi medan pertempuran sengit. Dengan pertempuran rumah ke rumah yang menghabiskan tenaga kedua belah pihak.
Pintu Gerbang Strategis Menuju Donbas

 jika kota Pokrovsk jatuh ke tangan pasukan Rusia, kota itu akan menjadi kota terbesar yang direbut oleh Rusia di Ukraina sejak jatuhnya Bakhmut pada Mei 2023. Setelah pengepungan panjang yang sangat merusak kedua belah pihak. Pada tahun 2024, Rusia telah merebut lebih dari 4.000 kilometer persegi wilayah Ukraina, ini menandai kemajuan teritorial paling signifikan sejak invasi besar-besaran dimulai.
Pokrovsk memegang peranan penting sebagai persimpangan jalur kereta api dan jalan utama di wilayah Donetsk. Persimpangan jalur kereta api ini menjadi kunci pasokan logistik Ukraina di depan timur. Jika kota ini jatuh ke tangan Rusia, maka Rusia akan mendapatkan pijakan strategi untuk melanjutkan serangan ke kota besar lain seperti Kramatorsk dan Sloviansk. Kejatuhan Pokrovsk bisa menjadi kerugian terberat yang dialami Ukraina sejak tahun 2023 dan meningkatkan posisi tawar Rusia dalam negosiasi damai.


