MBG Prabowo: 82 Juta Penerima dan 1,7 Juta Lapangan Kerja di Ujung Tanduk 2026!

Genews.co.id -Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen besarnya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama pembangunan nasional. Dalam waktu kurang dari dua tahun, program ini telah menunjukkan hasil luar biasa. Target akhir 2026 pun terlihat semakin terjangkau.

Target 82 Juta Penerima Manfaat Terwujud Akhir Tahun Ini

Di hadapan puluhan ribu warga Nahdliyin saat Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa MBG ditargetkan menjangkau 82,3 juta penerima manfaat sebelum akhir 2026. “Dalam waktu kurang dari 1,5 tahun, kita sudah berhasil memberikan makanan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, serta orang-orang tua,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Capaian ini jauh melampaui ekspektasi awal. Saat ini, program MBG telah beroperasi melalui 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh negeri, menyentuh hampir 58 juta jiwa dalam tahun pertama. Prabowo membandingkannya dengan program serupa di Brasil yang butuh 11 tahun untuk 41 juta penerima—Indonesia justru unggul dalam kecepatan eksekusi.

Penyerapan Tenaga Kerja Masif Hingga 1,7 Juta Orang

Tak hanya soal gizi, MBG juga menjadi mesin pencipta lapangan kerja. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memprediksi penyerapan 1,5 hingga 1,7 juta tenaga kerja sepanjang 2026. “Jika satu SPPG rata-rata menyerap 47 hingga 50 orang, dan target nasional mencapai 15.000 hingga 22.000 SPPG, ini akan sangat membantu redam pengangguran,” katanya usai meninjau SPPG di Sondakan, Solo.

Hingga Februari 2026, MBG telah menciptakan sekitar 1,4 juta pekerjaan langsung, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Setiap dapur tidak hanya merekrut koki dan petugas, tapi juga melibatkan petani lokal sebagai pemasok sayur, telur, ikan, ayam, hingga daging—menciptakan rantai pasok yang hidup di tingkat desa.

Visi Jangka Panjang: 3-5 Juta Pekerja Baru dan Perluasan Lansia

Prabowo memandang MBG sebagai investasi jangka panjang. Jika target 82 juta tercapai, ia yakin program ini bisa lahirkan 3 hingga 5 juta lapangan kerja baru. “Setiap desa akan punya 10-20 pemasok tetap,” ujarnya.

Rencana perluasan juga mengemuka. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan diskusi integrasi MBG dengan bantuan sosial lansia dari Kementerian Sosial. Ini berpotensi menambah jutaan penerima lagi, sekaligus menangani isu penuaan populasi di Indonesia.

Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan fondasi ekonomi inklusif. Dengan momentum saat ini, target Prabowo tampak bukan mimpi belaka, tapi kenyataan yang bisa dirasakan rakyat hingga akhir 2026.