Murka Prabowo Atas Bom Waktu MSCI: Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Mei 2026

GeNews.co.id -Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemarahannya yang jarang terlihat di depan publik terhadap gejolak pasar modal Indonesia pasca keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan perubahan indeks saham. Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan pesan tegas ini di tengah forum investasi, menegaskan bahwa kehormatan negara sedang dipertaruhkan.

Kronologi Pembekuan MSCI yang Mengguncang IHSG

Semuanya bermula pada 27 Januari 2026, ketika MSCI mengumumkan pembekuan sementara terhadap seluruh perubahan indeks saham Indonesia. Alasan utamanya? Kekhawatiran investor global soal transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar domestik.

Keputusan ini langsung menghantam telak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada 28 Januari, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 7,35% ke level 8.320, memicu trading halt pertama selama 30 menit. Keesokan harinya, penurunan berlanjut hingga 8%, memaksa penghentian perdagangan kedua. Ribuan investor ritel, yang mayoritas adalah warga biasa, kehilangan miliaran rupiah dalam semalam.

Respons Kilat Pemerintah Hadapi Tenggat Mei 2026

Pemerintah tak tinggal diam. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) langsung menggelar pertemuan darurat dengan MSCI pada 2 Februari 2026. Mereka menyodorkan proposal delapan rencana aksi reformasi integritas pasar, termasuk penyempurnaan klasifikasi investor KSEI dari 9 menjadi 28 subkategori untuk data kepemilikan yang lebih transparan.

Pertemuan teknis lanjutan digelar hari ini, 11 Februari 2026. Targetnya ambisius: semua perbaikan rampung sebelum akhir April 2026. MSCI memberi tenggat hingga Mei 2026. Jika gagal, bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets Index bisa turun drastis, bahkan berisiko direklasifikasi jadi Frontier Market—bencana bagi aliran dana asing.

Kemarahan Prabowo: Bukan Sekadar Emosi, Tapi Panggilan Bangsa

Di ASEAN Climate Forum di Gedung BEI hari ini, Hashim Djojohadikusumo tak segan menyuarakan amarah Presiden. “Pak Prabowo sangat marah. Sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama kehormatan negara kita yang terancam,” katanya. Ia menyoroti penderitaan investor ritel sebagai pemicu utama.

Kemarahan ini bukan sekadar emosi pribadi. Ini sinyal kuat bahwa pemerintah serius membersihkan pasar modal dari praktik buruk, demi kepercayaan investor global dan perlindungan warga kecil. Reformasi ini bisa jadi titik balik bagi pasar saham Indonesia, asal eksekusinya tepat waktu.