Pesantren Al-Adalah di Tegal Roboh Akibat Tanah Bergerak

Genews.co.id Bencana tanah bergerak menyebabkan bangunan Pesantren Al-Adalah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, roboh. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang memicu pergeseran lapisan tanah di kawasan perbukitan.

Robohnya bangunan pesantren ini menambah daftar fasilitas terdampak akibat bencana tanah bergerak yang melanda Tegal. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga sekitar, tanda-tanda pergerakan tanah mulai terlihat sejak malam hari. Retakan muncul di halaman dan dinding bangunan pesantren.

Pada saat hujan deras kembali turun, tanah di sekitar lokasi bergerak semakin cepat. Struktur bangunan pesantren tidak mampu menahan tekanan pergeseran tanah.

Akibatnya, sebagian bangunan Pesantren Al-Adalah roboh. Kejadian ini terjadi secara bertahap hingga akhirnya bangunan ambruk.

Kondisi Bangunan Pesantren

Bangunan yang roboh meliputi ruang belajar dan asrama santri. Dinding bangunan runtuh dan lantai mengalami ambles.

Beberapa bagian bangunan terlihat miring sebelum akhirnya roboh. Kondisi ini membuat area pesantren dinyatakan tidak aman untuk ditempati.

Perabotan dan perlengkapan pesantren ikut tertimbun material bangunan. Kerugian material diperkirakan cukup besar.

Evakuasi Santri dan Pengasuh

Saat kejadian, para santri dan pengasuh pesantren telah lebih dulu dievakuasi. Langkah evakuasi dilakukan setelah muncul retakan tanah di sekitar bangunan.

Santri dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Mereka sementara mengungsi ke rumah warga dan fasilitas umum terdekat.

BPBD memastikan seluruh santri dalam kondisi selamat. Tidak ada santri yang berada di dalam bangunan saat runtuh.

Penyebab Tanah Bergerak

BPBD Kabupaten Tegal menjelaskan bahwa tanah bergerak dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah jenuh air. Kondisi ini membuat daya ikat tanah melemah.

Lokasi pesantren berada di area dengan kontur tanah labil. Faktor geografis ini meningkatkan risiko pergerakan tanah saat musim hujan.

Petugas masih melakukan kajian teknis untuk memastikan potensi longsor susulan di sekitar lokasi.

Langkah Penanganan Darurat

BPBD bersama aparat TNI dan Polri melakukan sterilisasi area sekitar pesantren. Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga mendekat ke zona berbahaya.

Petugas juga memasang garis pembatas di sekitar bangunan yang roboh. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama saat hujan turun.

Pendataan kerusakan bangunan dan fasilitas pesantren terus dilakukan. Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Tegal menyatakan akan memberikan bantuan darurat kepada pihak pesantren. Bantuan meliputi kebutuhan logistik dan penanganan sementara bagi para santri.

Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait langkah rehabilitasi. Opsi relokasi pesantren tengah dikaji.

Langkah ini diambil demi keselamatan santri dan kelangsungan kegiatan pendidikan.

Imbauan kepada Masyarakat

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tanah bergerak dan longsor. Warga diminta memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah.

Jika ditemukan retakan tanah atau bangunan miring, warga diminta segera melapor. Evakuasi dini menjadi kunci untuk mencegah korban jiwa.

Aktivitas di wilayah rawan disarankan dibatasi hingga kondisi benar-benar aman.

Kondisi Terkini

Hingga laporan ini dibuat, petugas masih memantau lokasi Pesantren Al-Adalah. Cuaca yang belum stabil membuat risiko pergerakan tanah masih ada.

Santri masih berada di lokasi pengungsian sementara. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Bencana ini menjadi peringatan penting akan perlunya mitigasi bencana di kawasan rawan tanah bergerak.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya