Ukraina Gempur Pangkalan Drone Raksasa Rusia di Donetsk: Shahed Hancur Total!
Genews.co.id -Pasukan Ukraina menyerang fasilitas drone besar Rusia di Bandara Donetsk pada malam 29-30 Desember 2025. Yang menargetkan titik fital yaitu lokasi penyimpanan dan pusat persiapan untuk komponen senjata drone Shahed, Geran, dan Gerbera yang mana nantinya akan digunakan dalam serangan di seluruh Ukraina.
Operasi tersebut menghancurkan pusat logistik, fasilitas penyimpanan hulu ledak, dan area yang menampung personel Rusia yang terlibat dalam pemeliharaan drone dan operasi peluncuran. Komandan Pasukan Sistem Tanpa Awak Ukraina, Robert Brovdi, mengumumkan serangan tersebut pada 30 Desember. Robert juga biasa dikenal dengan nama panggilan “Maygar.”
Pangkalan Shahed Hancur! Pasukan “Maygar” Ukraina Beraksi

Menurutnya, unit dari pusat terpisah pertama pasukan sistem tanpa awak ini melaksanakan serangan terhadap apa yang ia gambarkan sebagai pangkalan persiapan drone Rusia yang “masif” di Donetsk yang diduduki. Operasi ini dikembangkan oleh Direktorat Intelijen Brigade terpisah ke-414 “Burung-burung Maygar” yang bekerja sama dengan pusat serangan mendalam yang baru dibentuk.
Pasukan Rusia telah mengembangkan Bandara Donetsk sebagai pangkalan operasi drone dari pertengahan 2025. Menurut citra satelit yang telah dianalisis pada bulan Agustus. Fasilitas yang diduduki tersebut terletak sekitar 50 kilometer dari garis depan. Dan telah dialihfungsikan menjadi tempat pelatihan personel dan tempat meluncurkan Shahed, Geran, and Gerbera.
Dari Satelit ke Serangan: Rahasia Pangkalan Drone Rusia Terbongkar

Citra satelit dari Agustus 2025 telah menunjukkan Rusia memperbaiki landasan pacu. Kemungkinan untuk memperluas operasi drone serangan wilayah yang diduduki. Drone Gerbera adalah pesawat multiguna Rusia yang digambarkan sebagai versi yang lebih murah dan sederhana. Dibandingkan dengan Shahed-136 Iran, yang dikenal oleh Rusia sebagai Geran-2.
Drone ini juga dirancang dengan misi kamikaze, pengintaian, dan juga sinyal. Drone Gerbera sendiri sering digunakan sebagai umpan untuk membanjiri pertahanan udara Ukraina. Hal ini disebabkan karena kemiripan visualnya dengan varian Shahed yang lebih mematikan. Beberapa Drone Gerbera membawa hulu ledak kecil dengan berat sekitar 5 kilogram bahan peledak. Hal ini jauh lebih sedikit daripada hulu ledak standar Shahed yang biasa membawa 50 kilogram.


