Ketegangan Iran Meningkat, Pasukan AS Siaga Perang

GeNews.co.id Pasukan militer Amerika Serikat dilaporkan bersiaga untuk kemungkinan melakukan serangan terhadap Iran mulai Sabtu, 21 Februari 2026. Laporan ini berdasarkan kabar dari media internasional yang dikutip kantor berita sejumlah negara.

Kesiagaan itu mencerminkan memuncaknya ketegangan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran dan posisi militer Washington di Timur Tengah.

Namun hingga Jumat pagi, keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai tindakan militer secara final belum dikeluarkan. Trump dan para penasihatnya terus mempertimbangkan opsi yang tersedia.

Sementara itu, pembicaraan tidak langsung antara delegasi AS dan Iran mengenai program nuklir berlangsung di Jenewa namun belum mencapai kesepakatan yang signifikan.

Latar Belakang Persiapan Militer

Menurut laporan media internasional, komando militer AS memberitahu Presiden Trump bahwa pasukan siap untuk kemungkinan serangan mulai akhir pekan ini.

Kesiapan ini mencakup penempatan armada udara dan kapal induk di wilayah Timur Tengah setelah pengerahan besar dalam beberapa pekan terakhir.

Namun sumber menekankan bahwa kesiagaan ini bersifat persiapan dan bukan indikasi bahwa serangan akan pasti terjadi Sabtu.

Gedung Putih terus menegaskan diplomasi tetap menjadi pilihan utama, meski tekanan untuk tindakan militer meningkat.

Reaksi Internasional dan Isu Regional

Seiring dengan laporan kesiagaan militer AS, pejabat dari negara lain menyuarakan kekhawatiran atas eskalasi konflik. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dari Rusia memperingatkan bahwa serangan Amerika bisa menimbulkan konsekuensi serius dan memperburuk ketegangan di kawasan.

Peringatan tersebut disampaikan dalam wawancara publik yang menekankan pentingnya mencari solusi diplomatik dan menghormati hak Iran dalam program nuklir damai.

Sementara itu, beberapa negara yang berbatasan atau dekat kawasan konflik mempertimbangkan langkah berjaga-jaga untuk keamanan nasional. Peringatan dari sekutu regional menjadi bagian dari dinamika politik internasional saat ini.

Respons Pihak Iran

Pemerintah Iran sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaru terkait laporan kesiagaan militer AS tersebut. Namun pejabat militer Tehran sebelumnya menyatakan bahwa pasukan Iran berada dalam keadaan siap tinggi dan siap merespons setiap ancaman.

Teheran juga terus melakukan latihan militer dan memperkuat posisi strategisnya di sejumlah lokasi, termasuk di Selat Hormuz dan perairan sekitar Teluk Persia.

Diplomasi dan Pilihan Politik AS

Meski pasukan militer bersiaga, Gedung Putih masih menunjukkan keinginan untuk menekankan dialog. Beberapa pejabat AS menegaskan bahwa kesiapan militer adalah bagian dari tekanan politik terhadap pemerintah Iran.

Trump sendiri telah mengatakan dalam beberapa kesempatan bahwa tekanan diplomatik dan sanksi merupakan pilihan jika Iran menunjukkan kemajuan dalam negosiasi nuklir.

Tetapi para penasihat militer dan keamanan Nasional AS terus menilai berbagai skenario, termasuk kemungkinan operasi udara jika tekanan diplomatik gagal meredakan ketegangan.

Keputusan akhir tetap ada di tangan presiden, dengan faktor risiko eskalasi regional dan konsekuensi internasional masih menjadi pertimbangan utama.

Dampak Potensial bagi Pasar dan Keamanan

Laporan kesiagaan militer AS untuk serangan potensial terhadap Iran telah memicu reaksi di berbagai sektor. Pasar minyak global menunjukkan gejolak karena risiko gangguan pasokan dari Teluk Persia.

Analis pasar memperkirakan bahwa ketidakpastian geopolitik akan mempengaruhi harga komoditas dan aliran modal internasional jika konflik nyata terjadi.

Di tingkat keamanan, negara-negara di kawasan Timur Tengah dan sekutunya mempertimbangkan langkah proaktif untuk menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas.

Masyarakat internasional terus berharap jalur diplomasi tetap terbuka untuk menghindari konfrontasi militer skala besar yang dapat memicu kekacauan regional. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya