×

Mogok Guru di Île-de-France Hari Ini Selasa: Rangkaian Demonstrasi di Paris

GeNews.co.id Ribuan guru di kawasan Île-de-France melakukan aksi mogok kerja hari ini, Selasa, 17 Februari 2026. Pemogokan ini memicu demonstrasi besar di ibu kota Paris. Guru-guru meninggalkan kelas dan berkumpul di jalanan untuk menuntut perubahan kebijakan pendidikan.

Aksi mogok mencakup guru sekolah dasar, menengah pertama, dan sekolah menengah atas di tiga akademi besar wilayah tersebut: Paris, Créteil, dan Versailles. Dampaknya sekolah mencatat gangguan operasi di banyak lokasi.

Latar Belakang Pemogokan Guru

Pemogokan ini dipicu oleh keputusan pemerintah Perancis untuk memangkas ribuan posisi pengajar pada tahun ajaran 2026. Menurut laporan media, Paris dan wilayah sekitarnya bersiap menghadapi hilangnya hingga 4.000 posisi guru di seluruh negeri.

Para serikat pekerja pendidikan mengklaim pemotongan jabatan ini akan memperburuk kondisi di sekolah. Mereka menilai langkah tersebut akan menambah beban kerja guru yang sudah terbebani.

Serikat yang terlibat dalam aksi ini antara lain FSU, SNUipp-FSU, Snes-FSU, SE-Unsa, FO, CFDT, CGT dan SUD. Kelompok ini menyerukan pembatalan pemotongan jabatan dan anggaran yang lebih baik untuk sektor pendidikan.

Demonstrasi di Jalanan Paris

Demonstrasi guru hari ini ramai terjadi di pusat Paris. Massa berkumpul mulai siang menjelang sore. Titik awal aksi dipusatkan di depan Universitas Sorbonne dan bergerak menuju Kementerian Pendidikan Nasional.

Rute unjuk rasa dirancang melalui jalan-jalan utama kota. Polisi Paris mengerahkan pengamanan tambahan untuk menjaga ketertiban sepanjang jalur aksi. Madrasah, sekolah dan pusat pembelajaran dilaporkan menutup sebagian layanan pada jam-jam aksi berlangsung.

Kondisi lalu lintas di sejumlah ruas arteri utama Paris dipengaruhi oleh kerumunan demonstran. Warga diimbau menghindari area perkotaan yang menjadi pusat kegiatan mogok kerja.

Dampak pada Sekolah dan Orang Tua

Akibat mogok kerja, banyak sekolah mengalami pembatalan kelas dan layanan pendidikan terhambat. Orang tua di Île-de-France mengeluhkan gangguan mendadak ini. Beberapa harus mengatur ulang jadwal harian mereka untuk mengurus anak yang tidak masuk sekolah.

Di wilayah akademi Paris, banyak siswa diberitahu oleh sekolah untuk tetap di rumah atau mengikuti pembelajaran daring. Sementara itu, sekolah menengah juga mencatat rendahnya kehadiran di hari mogok ini.

Beberapa orang tua menyatakan dukungan terhadap tuntutan guru, tetapi frustasi atas kurangnya pemberitahuan resmi dan rencana alternatif menjadi sorotan.

Tuntutan Utama dan Respons Pemerintah

Para mogok menuntut pembatalan pemotongan posisi guru. Mereka juga menekankan pentingnya anggaran pendidikan yang memadai untuk memastikan kualitas pengajaran dan layanan bagi siswa di sekolah negeri.

Perwakilan serikat guru mengatakan bahwa langkah pemerintah akan memperbesar kesenjangan pendidikan terutama di wilayah prioritas pendidikan. Mereka menyerukan dialog lebih terbuka dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang adil.

Pemerintah Prancis belum merilis pernyataan resmi menanggapi mogok kerja ini hingga tengah hari. Namun pejabat pendidikan diperkirakan akan melakukan diskusi lanjutan dengan perwakilan serikat dalam beberapa hari ke depan. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya