Dendam Mantan Sopir: Fahrul Aziz Siregar Dalang Perampokan dan Pembakaran Rumah Hakim PN Medan

GeNews.co.id– Mantan sopir Hakim PN Medan, Fahrul AZiz Siregar menjadi tersangka utama dalam kasus perampokan dan pembakaran rumah Hakim Khamozaro Waruwu. Motif utama adalah sakit hati dan dendam setelah Fahrul diberhentikan dari pekerjaannya.

Diketahui bahwa Fahrul bekerja sebagai supir selama tiga tahun lamanya. Ia merencanakan aksi tersebut sejak 30 Oktober 2025, dengan memanfaatkan pengetahuan dirinya tentang bagaimana kondisi keadaan rumah serta lingkungan untuk melancarkan kejahatannya pada 4 November 2025.

Tidak hanya Membakar Rumah Pelaku juga Merampok Perhiasan

Saat kejadian tersebut, rumah pribadi milik Hakim Khamozaro di Medan habis terbakar dilahap api. Beberapa ruangan yang terbakar seperti kamar tidur, dapur, dan ruang tengah. Tidak hanya dengan membakar rumah, Fahrul juga melakukan perampokan dengan mengambil perhiasan korban. Aksi kejahatan ini hanya berlangsung 15 menit. Setelah kejadian, Fahrul langsung dengan cepat melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sumber;detik.com

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan saat konferensi pers bahwa Fahrul berhasil mencuri perhiasan, dan proses pembakaran diteruskan. Barang buktinya adalah perhiasan yang disita polisi sebanyak 209.78 gram, dan juga polisi menyita uang senilai Rp 204 juta. Hal ini disinyalir dari hasil penjualan emas. Tersangka hanya merampok perhiasannya saja, Sedangkan brankas tidak ada yang di bongkar.

Tersangka Utama dibantu Oleh Tiga Orang Pelaku Lainnya

Polisi juga menangkap tiga pelaku yang membantu pelaku utama; mereka disinyalir terlibat bersama Fahrul, yaitu Hamonangan, Simamora, Hariman Sitanggang, dan Medy Mehamat Amosta Barus. Dalam proses penangkapan, polisi menegaskan bahwa pelaku utama adalah mantan sopir korban yang sakit hati karena ia dipecat. sehingga pelaku merasa dendam, yang akhirnya mengarah pada tindak kejahatan.


Beberapa pernyataan saksi melihat asap yang membumbung dari rumah korban. Saat itu korban bersama keluarganya baru mengetahui kejadian tersebut setelah diketahui tetangga dan sekuriti kompleks. Polisi memastikan kasus ini mempunyai motif pribadi, bukan terkait dengan pekerjaan hakim dan kasus yang lain juga.