Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok di Area Kampus, Pelaku Ngaku Sakit Hati karena Diputuskan

GeNews.co.id Insiden pembacokan terjadi di lingkungan kampus UIN Sultan Syarif Kasim Riau atau UIN Suska Riau. Peristiwa itu menggemparkan mahasiswa dan dosen pada Selasa, 23 Februari 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasi kejadian berada di area parkir fakultas di Kampus II, Pekanbaru.

Korban merupakan mahasiswi aktif berinisial NA, berusia 20 tahun. Ia mengalami luka akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Polisi menyebut korban dalam kondisi sadar saat mendapat perawatan.

Kronologi Pembacokan di Area Kampus

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan pelaku berinisial RA, 21 tahun. Pelaku diketahui juga berstatus mahasiswa di kampus yang sama. Aksi pembacokan terjadi saat korban hendak menuju ruang perkuliahan.

Menurut keterangan saksi, pelaku mendekati korban di area parkir. Keduanya sempat terlibat percakapan singkat. Tak lama kemudian, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.

Petugas keamanan kampus segera mengamankan pelaku. Polisi yang datang ke lokasi langsung membawa RA ke Mapolresta Pekanbaru. Barang bukti berupa sebilah parang turut diamankan untuk proses penyelidikan.

Motif Pelaku Sakit Hati Diputuskan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku sakit hati. Ia tidak terima hubungan asmaranya dengan korban berakhir. Hubungan keduanya disebut telah terjalin selama beberapa bulan.

Kapolresta menyebut pelaku sudah merencanakan pertemuan tersebut. Ia datang ke kampus membawa senjata tajam dari rumahnya. Polisi mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam kasus ini.

Pelaku kini dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat. Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara menanti tersangka. Penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Kondisi Korban dan Respons Kampus

Korban mengalami luka di bagian tangan dan bahu. Tim medis menyatakan tidak ada luka yang mengancam nyawa. Meski demikian, korban masih menjalani perawatan intensif.

Rektor UIN Suska Riau, Prof Khairunnas Rajab, menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Pihak kampus mengecam keras tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan. Kampus juga meningkatkan pengamanan internal pasca kejadian.

Pihak universitas memastikan pendampingan psikologis bagi korban. Kampus berkomitmen menciptakan ruang belajar yang aman. Evaluasi sistem keamanan juga akan dilakukan dalam waktu dekat.

Penegasan Polisi dan Himbauan Keamanan

Polisi menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan di lingkungan kampus. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaku kini ditahan untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus ini menjadi peringatan penting tentang dampak konflik pribadi. Aparat menghimbau mahasiswa menyelesaikan masalah secara dewasa. Kekerasan bukan solusi dalam hubungan apa pun.

Peristiwa di UIN Suska Riau ini menyita perhatian publik di Pekanbaru. Keamanan kampus menjadi sorotan serius. Semua pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif.