Bentrok TNI dan Brimob Pecah Usai Pertandingan Sepak Bola di Buton Selatan
GeNews.co.id – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menjelaskan bahwa kerusuhan yang melibatkan anggota TNI dan Brimob usai pertandingan sepak bola di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, dipicu oleh aksi saling ejek. Insiden tersebut terjadi setelah laga antara tim TNI dari Batalyon TP 871 La Maindo, melawan tim kepolisian dari Batalyon Brimob Pelopor Batauga, Minggu (4/1/2026).
Donny mengatakan pihaknya telah memantau kejadian itu sejak awal. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi secara spontan di antara suporter kedua tim dalam pertandingan futsal yang digelar di Lapangan Lakarada, Kabupaten Buton Selatan.
“Pertandingan yang berlangsung antara Yonif TP 871/Lamaindo, melawan Yon B Pelopor Brimob Polda Sultra berakhir seri tanpa ada gol yang tercipta. Namun, sempat terjadi saling ejek antar pendukung yang memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan,” ujar Donny saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Pengendalian Cepat oleh Pimpinan Satuan

Meski sempat memanas, situasi dengan cepat dapat dikendalikan. Para pimpinan satuan yang berada di lokasi segera mengambil langkah koordinatif untuk meredam ketegangan. Komandan Yonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat berkoordinasi dengan Komandan Batalyon Brimob Batauga guna menenangkan seluruh personel.
“Dalam waktu singkat, kondisi kembali kondusif. Seluruh anggota dari kedua satuan kembali ke asrama masing-masing, dan komunikasi antar pimpinan berjalan dengan baik,” jelasnya. Donny juga menekankan bahwa tidak ada insiden lanjutan setelah kejadian tersebut. Semua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan demi menjaga soliditas dan hubungan baik antar institusi.
Sebelumnya diberitakan, laga sepak bola antara tim TNI dan Brimob di Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga, sempat diwarnai kericuhan pada Minggu sore. Bentrokan melibatkan ratusan personel dari kedua kesatuan dan menyebabkan situasi di sekitar lapangan menjadi tidak terkendali.
Penyelesaian Kekeluargaan, Soliditas Terjaga

Kericuhan bahkan meluas hingga ke jalan di sekitar lokasi pertandingan. Seorang warga setempat, La Ungga, mengaku panik saat melihat kejadian tersebut. Ia mengatakan saat hendak menuju lapangan untuk berjualan, kondisi sudah tidak kondusif.
Menurutnya, ketegangan terjadi setelah pertandingan usai, ketika sejumlah orang terlibat aksi saling kejar hingga ke jalan utama. Namun, situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah pimpinan dari masing-masing satuan turun langsung ke lapangan.


