Berita Gembira untuk Anak Desa: Kemendikdasmen Janjikan TK di Setiap Desa Mulai 2026!
GeNews.co.id -Kabar baik datang dari dunia pendidikan Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana membangun minimal satu Taman Kanak-kanak (TK) di setiap desa secara bertahap mulai tahun ini. Langkah ambisius ini bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun yang ingin memastikan tak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar sejak dini.
Janji Besar di Konsolnas 2026

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendikdasmen Abdul Mu’ti saat Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Depok, Jawa Barat, pada 9-11 Februari lalu. “Kami secara bertahap akan berusaha membangun minimal satu TK untuk satu desa,” tegasnya. Bayangkan, ribuan desa di pelosok negeri bakal punya tempat belajar yang layak untuk balita mereka!
Anggaran Revitalisasi Rp14 Triliun, Tapi Prioritas Bertahap

Bukan janji kosong, nih. Dana Rp14,06 triliun dari program revitalisasi satuan pendidikan 2026 siap digulirkan. Tapi, urutannya jelas: dulu sekolah pascabencana, lalu yang rusak parah, baru wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dan akhirnya infrastruktur PAUD seperti TK. Targetnya? Revitalisasi 71.000 sekolah tahun ini, dengan 11.000 sudah kebagian APBN dan 60.000 lagi arahan langsung Presiden.
PIP Rp450 Ribu untuk 888 Ribu Anak TK Miskin
Belum cukup? Ada lagi! Mulai Mei-Juni 2026, 888.000 siswa TK dari keluarga kurang mampu bakal dapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Rp450.000 per tahun. Proses verifikasi sedang jalan, jadi tunggu kabar pencairannya ya. Ini bikin akses pendidikan anak usia dini makin merata.
Program Wajib Belajar 13 Tahun ini sudah resmi jalan sejak tahun ajaran 2025/2026, selaras dengan RPJMN 2025-2029. Bagi orang tua di desa, ini seperti angin segar—anak-anak tak lagi harus jauh-jauh ke kota untuk TK. Semoga realisasinya cepat dan merata ke seluruh pelosok!


