×

Kebakaran di Resor Ski Swiss, 40 Tewas dan 115 Terluka

GeNews.co.id – Kebakaran besar terjadi di bar Le Constellation, kawasan resor ski Crans-Montana, Swiss, pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Malam pergantian tahun 2026 yang seharusnya menjadi momen sukacita, berubah menjadi bencana yang merenggut sekitar 40 nyawa. Selain itu, 115 orang mengalami luka-luka, dengan sebagian besar korban cedera berada dalam kondisi kritis dan tengah mendapat penanganan intensif.

Aparat kepolisian menyebut, insiden itu berlangsung kurang dari dua jam usai hitungan tengah malam. Hingga kini, otoritas setempat belum merilis jumlah final korban jiwa, lantaran proses pendataan masih terus berjalan. Pemerintah Kanton Valais juga menetapkan masa duka selama lima hari, diiringi kebijakan berkabung resmi di seluruh wilayah kanton.

Polisi: Identifikasi Korban Masih Berlangsung

Kepala Kepolisian Kanton Valais, Frederic Gisler, menyatakan bahwa tim forensik dan penyelamat sedang berupaya mengenali identitas para korban, sekaligus mengabarkan perkembangan kepada pihak keluarga. “Warga sangat terpukul dengan kejadian ini,” ujar Gisler dalam keterangan pers.

Dari laporan diplomatik, 13 korban luka diketahui merupakan warga Italia, sementara enam lainnya belum ditemukan dan masih masuk dalam daftar pencarian, menurut pernyataan Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado.

Jaksa Agung Kanton Valais, Beatrice Pilloud, menegaskan bahwa penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, karena tim ahli belum dapat menembus area reruntuhan yang masih berisiko. Ia juga menepis dugaan tindak teror.

“Tidak ada tanda yang mengarah pada unsur kesengajaan atau serangan,” jelasnya. Pilloud menambahkan, jumlah pengunjung di bar saat kejadian dan batas kapasitas ruangan akan menjadi fokus penyelidikan. “Sampai saat ini masih belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Investigasi dibuka untuk mengungkap faktor pemicu, bukan menargetkan individu tertentu,” tambahnya.

Saksi Remaja: Botol Sampanye Berisi Kembang Api Picu Api

Salah satu saksi selamat, Axel Clavier (16), asal Paris, menggambarkan situasi di dalam bar saat kebakaran sebagai “amat mencekam dan kacau”. Ia kehilangan seorang sahabat, sementara beberapa temannya masih hilang. Clavier juga mengaku sempat melihat staf bar membawa botol sampanye yang disisipi kembang api, sebelum api membesar dengan cepat.

“Saya sempat kesulitan bernapas, berlindung di bawah meja, lalu berlari ke lantai atas. Saya memukul jendela berbahan Plexiglas dengan meja hingga kaca itu terlepas dari rangkanya. Dari celah itulah saya bisa keluar dan menyelamatkan diri,” ungkap Clavier.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya