Gempa Dahsyat M 6,4 Pacitan: Satu Nyawa Raib, Puluhan Bangunan Ambruk, Dampak Meluas ke Jateng-Jatim

GeNews.co.id – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, dini hari Jumat lalu. Peristiwa tragis ini tak hanya merenggut satu nyawa, tapi juga meninggalkan luka fisik berupa puluhan bangunan rusak di berbagai daerah. Hingga kini, pendataan korban dan kerugian masih berlangsung di tengah kewaspadaan terhadap gempa susulan.

Pusat Gempa dan Karakteristik Teknis

Pusat gempa terletak di laut sekitar 89-90 kilometer tenggara Kota Pacitan, dengan koordinat 8,99 LS dan 111,18 BT pada kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklasifikasikannya sebagai gempa megathrust akibat aktivitas subduksi di zona Jawa Selatan. Guncangan ini dirasakan hingga intensitas IV-V MMI di Pacitan dan sekitarnya, sementara BMKG menegaskan tidak ada potensi tsunami.

Korban Jiwa dan Kerusakan di Pacitan

Satu-satunya korban jiwa adalah Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo. Pria malang ini diduga meninggal akibat syok pasca-gempa, bukan tertimpa reruntuhan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat 43 bangunan rusak di kabupaten ini: 38 rumah warga (4 rusak sedang, 34 ringan) dan 5 fasilitas umum seperti kantor desa serta sekolah. “Pendataan masih berlanjut, angka bisa bertambah,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono.

Dampak Meluas ke Yogyakarta dan Jawa Tengah

Getaran kuat terasa hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Bantul, 15 warga luka-luka dan dirawat di rumah sakit, disertai 13 bangunan rusak meliputi rumah, masjid, serta fasilitas publik. Secara keseluruhan, BPBD Jawa Timur melaporkan 69 bangunan rusak di provinsi ini, tersebar di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Nganjuk, Kota Blitar, dan Madiun.

Respons Pemerintah dan Imbauan Keselamatan

Pemerintah daerah telah menggerakkan tim tanggap darurat untuk pendataan dan bantuan. BMKG mengimbau warga tetap waspada gempa susulan sambil memastikan struktur bangunan aman. Hingga Senin siang ini, situasi terkendali meski trauma masih menyelimuti masyarakat terdampak. Peristiwa ini mengingatkan betapa rapuhnya kita di hadapan alam. Semoga pemulihan berjalan cepat dan tidak ada korban tambahan.