Eyang Meri Hoegeng Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun, Pejuang dan Figur Teladan
Genews.co.id Eyang Meri Hoegeng, salah satu tokoh yang dikenal luas sebagai pejuang, pendidik, dan figur teladan lintas generasi, meninggal dunia pada usia 100 tahun. Kabar duka ini disampaikan keluarga besar melalui pernyataan resmi, dan langsung memicu reaksi belasungkawa di kalangan masyarakat serta tokoh nasional.
Kepergian Eyang Meri semakin memantik penghormatan publik lantaran usianya yang nyaris seabad. Sejumlah kalangan menyebutnya sebagai representasi semangat perjuangan, keteguhan nilai-nilai moral, dan dedikasi terhadap bangsa.
Riwayat Hidup Eyang Meri Hoegeng

Eyang Meri Hoegeng lahir pada tahun 1926 di salah satu kota di Jawa Tengah. Ia menjalani masa mudanya di tengah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Sejak muda, Eyang Meri dikenal aktif dalam kegiatan pendidikan masyarakat.
Setelah Indonesia merdeka, Eyang Meri mengabdikan hidupnya di bidang pendidikan dan sosial. Ia banyak berperan dalam pemberdayaan anak-anak dan kaum muda di pedesaan serta kawasan perkotaan.
Perjuangan hidupnya dikenal tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh generasi yang lebih muda melalui kisah-kisah inspiratif yang beredar dan dibagikan oleh pegiat sejarah serta pendidikan.
Kiprah Sosial dan Dedikasi untuk Generasi Muda
Sepanjang hidupnya, Eyang Meri aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia dikenal oleh banyak orang sebagai tokoh yang gigih dalam gerakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan tidak pernah kendur meskipun ia memasuki usia senja. Eyang Meri sering mengadakan pelatihan keterampilan bagi pemuda dan mengajak warga belajar bersama.
Beberapa sejarawan memuji komitmennya. Mereka menilai Eyang Meri mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional dan semangat modern dalam pendidikan.
Keluarga Umumkan Wafatnya Eyang Meri

Keluarga besar Eyang Meri Hoegeng mengumumkan kabar duka melalui pernyataan resmi pada Senin (tanggal 2 Februari 2026). Pernyataan itu menyebut Eyang Meri wafat di kediamannya di kawasan Jakarta Pusat setelah menjalani hari-hari terakhirnya dalam keadaan tenang dan damai.
Anak-anak dan cucu dari Eyang Meri hadir di sisi saat akhir hayatnya. Keluarga meminta agar masyarakat ikut mendoakan almarhum serta menghormati privasi keluarga di tengah kesedihan ini.
Reaksi Publik dan Ungkapan Belasungkawa
Kabar duka ini langsung mendapat respons dari publik luas. Warganet membanjiri media sosial dengan ungkapan belasungkawa dan penghormatan terhadap kiprah Eyang Meri.
Tokoh masyarakat, akademisi, dan pegiat pendidikan juga menyampaikan penghormatan. Mereka menyebut Eyang Meri sebagai teladan dalam keteguhan nilai dan kebersahajaan hidup.
Sebagian netizen menuliskan bahwa Eyang Meri adalah inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Banyak yang membagikan kembali kutipan-kutipannya mengenai pendidikan, kerja keras, dan kemanusiaan.
Keluarga Siapkan Prosesi Pemakaman

Pihak keluarga menyebut bahwa prosesi pemakaman akan dilaksanakan sesuai tradisi keluarga. Rencananya, pemakaman akan dilakukan di pemakaman keluarga di daerah Bogor, Jawa Barat.
Seluruh keluarga besar diharapkan hadir dalam prosesi tersebut. Keluarga juga meminta agar masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir dapat melakukannya secara tertib dan penuh hormat.
Dalam pernyataannya, keluarga berharap jasa dan nilai-nilai kehidupan Eyang Meri akan terus diingat dan dijadikan inspirasi oleh generasi mendatang.
Warisan Nilai dan Guru Kehidupan
Eyang Meri Hoegeng dikenal bukan hanya karena umurnya yang panjang. Kepribadiannya yang hangat dan tulus membuatnya menjadi figur panutan bagi banyak orang.
Banyak orang menyebut Eyang Meri sebagai guru kehidupan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga nilai moral, kerja keras, dan rasa kemanusiaan.
Warisan nilai itu kini disebarkan oleh para murid serta komunitas yang pernah bekerja dengan Eyang Meri. Banyak yang berjanji meneruskan semangatnya dalam dunia pendidikan dan sosial.


