Dipicu Persoalan Asmara, Warga Desa Gadu Timur Gading Tewas Akibat Carok di Sumenep

Genews.co.id Peristiwa carok berujung maut terjadi di Dusun Gunung Malang 1, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (29/1/2026). Akibat insiden ini, seorang warga yang diketahui berasal dari Desa Gadu Timur bernama Gading tewas setelah terlibat adu senjata tajam tradisional (carok) yang diduga dipicu oleh **persoalan asmara.

Warga sekitar masih dibuat shock atas kejadian tersebut. Aparat kepolisian setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jenazah ke rumah sakit.

Kronologi Carok Mematikan

Berdasarkan keterangan awal dari warga dan saksi di lokasi, peristiwa bermula saat terjadi perselisihan antara korban dan tersangka. Perselisihan disebut terkait persoalan asmara yang sebelumnya telah berlarut.

Ketika kejadian berlangsung, korban diketahui sedang berada di dusun tersebut. Tiba-tiba, pelaku mendatangi korban dan langsung menyerangnya dengan senjata tajam khas Madura (celurit).

Benturan senjata tidak terelakkan. Korban mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh.

Warga yang melihat kejadian lari mendekat untuk melerai. Namun, api kekerasan sudah terlebih dulu terjadi.

Korban Tewas Saat Dirawat

Setelah mendapatkan luka akibat carok, Gading langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun nyawanya tidak tertolong.

Dokter menyatakan bahwa korban mengalami luka serius yang mengakibatkan pendarahan hebat dan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Keluarga korban tampak berduka di rumah sakit usai jenazah dibawa. Mereka kemudian menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian.

Polisi Amankan Tersangka

Aparat dari Polsek Lenteng bergerak cepat. Tidak berselang lama, petugas berhasil menangkap pelaku yang diduga melakukan carok.

Tersangka kini diamankan di Mapolsek Lenteng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti celurit yang digunakan dalam kejadian juga sudah disita. Polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Dugaan Motif Persoalan Asmara

Menurut keterangan awal penyidik, motif carok diduga dipicu oleh persoalan asmara. Polisi masih menggali detail hubungan antara korban dan tersangka.

Penyidik telah memintai keterangan dari beberapa saksi. Hal ini dilakukan guna memperkuat dugaan motif dan konstruksi hukum perkara.

Aparat memastikan bahwa hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penetapan pasal yang dikenakan terhadap tersangka.

Tindakan Hukum yang Ditempuh

Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Lenteng bekerja sama dengan jajaran Polres Sumenep.

Tersangka terancam dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian di bawah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman dapat mencapai puluhan tahun penjara.

Penyidikan masih berlangsung secara intensif. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Reaksi Warga dan Tokoh Masyarakat

Warga Dusun Gunung Malang 1 menyayangkan insiden tersebut. Mereka berharap aparat segera menyelesaikan kasus ini secara adil.

Tokoh masyarakat setempat turut mengimbau warga agar tetap tenang. Masyarakat diminta tidak terpancing emosi yang dapat memperkeruh suasana.

Menurut mereka, kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Imbauan Kepolisian

Polisi menghimbau agar masyarakat tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan tindakan kekerasan. Segala bentuk perselisihan sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum.

Aparat juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan konflik yang berpotensi menimbulkan tindakan anarkis.

Polisi memastikan akan terus melakukan patroli di daerah rawan konflik demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kondisi Desa Pasca Insiden

Pasca kejadian, suasana di Dusun Gunung Malang 1 kini mulai kondusif. Warga beraktivitas seperti biasa meskipun masih diliputi suasana duka.

Keluarga dan tetangga saling mendukung dalam menghadapi masa sulit ini.

Aparat kepolisian tetap berada di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya