Mendagri Ungkap Bantuan Bencana Diaspora Aceh Masih Tertahan Izin Bea Cukai

GeNews.co.id Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap bantuan bencana dari diaspora Aceh di luar negeri masih tertahan proses perizinan. Bantuan tersebut belum dapat didistribusikan karena menunggu penyelesaian administrasi kepabeanan.

Pernyataan itu disampaikan Tito dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, awal pekan ini. Ia menyebut pemerintah sedang berkoordinasi agar bantuan kemanusiaan tersebut bisa segera disalurkan kepada korban.

Bantuan dikirim oleh komunitas diaspora Aceh sebagai respons atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Sejumlah daerah terdampak sebelumnya dilaporkan mengalami banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi.

Pernyataan Resmi Mendagri di Jakarta

Tito Karnavian menjelaskan bahwa bantuan tersebut masih berada di gudang karena proses izin belum rampung. Ia menegaskan, pemerintah tidak berniat menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.

Menurut Tito, kendala utama ada pada kelengkapan dokumen dan prosedur kepabeanan. Ia meminta semua pihak memahami bahwa barang dari luar negeri tetap harus melalui mekanisme resmi.

Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri agenda pemerintahan di Jakarta. Keterangan tersebut kemudian dikutip sejumlah media nasional pada hari yang sama.

Tito juga menyebut pemerintah pusat telah berkomunikasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi dilakukan agar bantuan dapat segera keluar dari area penahanan.

Bantuan Tertahan di Bea Cukai

Proses administrasi bantuan berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Lembaga tersebut bertugas mengawasi keluar masuknya barang dari dan ke wilayah Indonesia.

Bea Cukai mensyaratkan dokumen tertentu untuk barang kiriman luar negeri, termasuk bantuan sosial. Dokumen itu mencakup rincian barang, nilai, serta peruntukannya.

Tito menegaskan prosedur tersebut merupakan aturan yang berlaku umum. Namun, ia berharap ada percepatan mengingat barang yang dikirim bersifat kemanusiaan.

Sejumlah bantuan dilaporkan berupa logistik kebutuhan dasar. Di antaranya pakaian, perlengkapan kesehatan, dan kebutuhan harian untuk korban terdampak bencana.

Kondisi Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Bencana banjir dan longsor sebelumnya melanda beberapa kabupaten di Aceh. Badan penanggulangan bencana daerah setempat melaporkan ratusan warga terdampak.

Data yang dirilis pemerintah daerah menyebutkan puluhan rumah mengalami kerusakan. Sebagian warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Pemerintah provinsi bersama kabupaten telah menyalurkan bantuan darurat. Bantuan itu berupa makanan siap saji, selimut, dan layanan kesehatan.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan terus memantau kondisi tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Upaya Percepatan Distribusi Bantuan

Tito Karnavian memastikan pemerintah akan mencari solusi agar bantuan diaspora Aceh segera sampai ke penerima. Ia meminta proses administratif dapat dipercepat tanpa melanggar aturan.

Ia juga mengapresiasi kepedulian diaspora Aceh yang aktif membantu daerah asalnya. Partisipasi masyarakat luar negeri dinilai penting dalam situasi darurat.

Pemerintah pusat berkomitmen menjaga transparansi distribusi bantuan. Pengawasan dilakukan agar barang benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, proses perizinan masih berjalan. Pemerintah berharap dalam waktu dekat bantuan kemanusiaan tersebut bisa segera dilepas dan disalurkan ke wilayah terdampak di Aceh.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya