Banjir & Longsor di Sumatra Utara: 961 Tewas, Ribuan Mengungsi
GeNews.co.id Perkembangan penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara menunjukkan kondisi semakin memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga update terakhir pada awal Desember 2025, jumlah korban tewas telah mencapai 961 orang, sementara 293 orang masih hilang.
Bencana ini bermula dari hujan ekstrem yang mengguyur wilayah pegunungan di Sumatera Utara sejak akhir November 2025, mengakibatkan sungai meluap serta tanah longsor di sejumlah kabupaten dan kota. Kondisi tanah yang jenuh air memperparah risiko longsor, terutama di wilayah yang berbukit.
Evakuasi dan Bantuan Darurat

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, POLRI, Basarnas, dan relawan kemanusiaan telah melakukan pencarian dan evakuasi di area terdampak. Ribuan warga yang rumahnya rusak berat atau berada di zona rawan telah dipindahkan ke posko pengungsian sementara.
Pemerintah daerah dan BNPB juga mendistribusikan logistik darurat, termasuk makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan. Fasilitas kesehatan sementara didirikan untuk merawat warga yang cedera dan lansia yang mengalami gangguan kesehatan.
Dampak Sosial & Infrastruktur

Selain korban jiwa, banjir dan longsor menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur. Jalan provinsi penghubung desa terputus sehingga distribusi bantuan logistik mengalami hambatan signifikan. Beberapa jembatan yang runtuh, memutus akses transportasi vital untuk evakuasi dan suplai bantuan.
Warga terdampak mengungkapkan trauma mendalam dan kekhawatiran terhadap masa depan mereka, terutama bagi mereka yang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Pemerintah diminta untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.
Prediksi Cuaca & Himbauan Keselamatan
BMKG telah memprediksi potensi hujan deras masih akan terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara, sehingga BNPB menghimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor untuk siaga dan siap evakuasi kapan saja. Langkah mitigasi bencana perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.


