Puluhan RT dan Jalan di Jakarta Terendam Setelah Hujan Deras

Genews.co.id Banjir kembali melanda Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026, setelah hujan deras mengguyur ibu kota sejak dini hari. Berdasarkan data resmi, genangan air kini meluas, merendam puluhan rukun tetangga (RT) dan ruas jalan utama di beberapa wilayah kota.

Hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi membuat sejumlah titik banjir mengalami peningkatan ketinggian air. Kondisi ini langsung berdampak pada aktivitas warga dan sistem transportasi di ibu kota.

Daerah Terdampak Mencakup Jakarta Selatan, Utara, dan Timur

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir merendam 22 RT serta 33 ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur hingga siang hari. Genangan air disebabkan oleh hujan lebat dan luapan saluran drainase di beberapa titik.

Beberapa kawasan pemukiman dan jalan utama kini tergenang air setinggi puluhan sentimeter. Petugas gabungan yang dikerahkan BPBD terus memantau kondisi genangan untuk memastikan keselamatan publik.

Kondisi Jalan dan Aktivitas Transportasi Terganggu

Banjir telah mengganggu sistem transportasi di Jakarta, dengan sejumlah ruas jalan utama berubah menjadi genangan dan menciptakan macet parah di beberapa titik. Para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan mencari jalur alternatif untuk menghindari area terdampak.

Transportasi umum juga mengalami penyesuaian rute di beberapa kawasan terdalam air. Sebagian kecil layanan berlangsung terbatas karena kondisi banjir yang masih berlangsung pagi hingga siang hari.

Respons BPBD dan Pemantauan Lokasi Banjir

BPBD DKI Jakarta dan aparat terkait terus melakukan pemantauan titik-titik banjir di seluruh kota. Di beberapa titik seperti Jalan NIS di Cilandak Timur, genangan air menghambat aktivitas warga, sehingga petugas keamanan dan Satuan Polisi Pamong Praja ikut membantu pengaturan arus lalu lintas.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana wilayah Jakarta Timur melaporkan pemantauan intensif di beberapa titik rawan banjir seperti Krama Yuda Street dan Rawa Terate guna mengantisipasi kenaikan air lebih lanjut akibat curah hujan.

Latar Belakang Penyebab Banjir

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari menjadi penyebab utama banjir yang terjadi hari ini. Curah hujan tinggi membuat beberapa saluran drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke pemukiman dan ruas jalan.

Selain itu, kondisi drainase di beberapa kawasan yang kurang optimal turut memperparah genangan air. Masalah serupa sering terjadi di titik-titik rawan setelah hujan ekstrem, termasuk luapan dari saluran air kecil yang tak mampu menahan volume air besar dalam waktu singkat.

Implikasi Banjir bagi Warga Jakarta

Banjir kali ini berdampak langsung pada mobilitas warga sehari-hari. Aktivitas sekolah, kerja, dan perniagaan terganggu karena genangan air di sejumlah lokasi. Masyarakat diminta tetap berhati-hati ketika melintas di titik banjir karena air bisa mencapai bagian bawah kendaraan pribadi.

Beberapa warga memilih menunda perjalanan mereka hingga genangan mulai surut. Orang tua dan kelompok rentan juga diimbau menghindari area terdalam air demi keselamatan.

Situasi Terkini dan Langkah Penanganan

Hingga siang hari ini, BPBD DKI Jakarta masih terus memantau perkembangan banjir dan titik-titik genangan yang muncul. Petugas juga memberi peringatan kepada warga melalui kanal resmi agar memperhatikan perubahan ketinggian air.

Pihak berwenang menyatakan akan terus memperbarui data banjir yang tersebar di wilayah ibu kota. Informasi lanjutan termasuk status genangan pada sore dan malam hari akan diumumkan seiring dengan perkembangan cuaca dan pemantauan lapangan.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya