Banjir Ciasem Bawa “Berkah” Tak Terduga bagi Ojek Gerobak
Genews.co.id Subang, Jawa Barat — Banjir kembali melanda wilayah Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hujan dengan intensitas tinggi membuat sungai meluap. Sejumlah permukiman dan ruas jalan tergenang air. Aktivitas warga pun terganggu.
Genangan air dilaporkan terjadi di beberapa desa. Ketinggian air bervariasi. Di sejumlah titik, air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut menyulitkan pengendara sepeda motor untuk melintas.
Banyak motor mogok saat nekat menerobos banjir. Sebagian warga memilih mencari jalur alternatif. Namun tidak semua jalan bisa dilalui. Situasi ini memunculkan solusi darurat di tengah masyarakat.
Fakta Utama di Lokasi Banjir Ciasem

Di tengah banjir, jasa ojek gerobak kembali bermunculan. Para tukang gerobak menawarkan jasa mengangkut sepeda motor. Motor diangkut melewati jalan yang terendam air. Tarif yang dipatok mencapai Rp20.000 per sekali angkut.
Layanan ini dimanfaatkan oleh pengendara roda dua. Mereka khawatir kendaraan rusak jika dipaksa melintas. Biaya servis dinilai lebih mahal dibanding ongkos gerobak. Karena itu, jasa tersebut ramai digunakan.
Fenomena ojek gerobak bukan hal baru. Media nasional kerap melaporkan kemunculannya saat banjir melanda wilayah Pantura. Praktik serupa juga sering terjadi di Jakarta dan Bekasi. Ojek gerobak menjadi solusi spontan di tengah keterbatasan akses.
Latar Belakang dan Penyebab Banjir

Banjir di Ciasem diduga dipicu oleh luapan sungai dan sistem drainase yang tidak optimal. Curah hujan tinggi membuat debit air meningkat cepat. Air kemudian masuk ke pemukiman warga.
Sejumlah laporan menyebutkan tanggul sungai tidak mampu menahan tekanan air. Akibatnya, genangan meluas ke jalan desa dan area permukiman. Kondisi ini membuat mobilitas warga lumpuh sementara.
Pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan petugas terkait. Upaya pemantauan dilakukan sejak air mulai naik. Warga juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Dampak Bagi Warga dan Penghasilan Tukang Gerobak

Bagi warga, banjir membawa dampak kerugian. Perabot rumah tangga terendam air. Aktivitas ekonomi terganggu. Sebagian warga memilih bertahan di rumah.
Namun bagi tukang ojek gerobak, banjir justru membawa rezeki tambahan. Dalam sehari, mereka bisa mengangkut puluhan motor. Pendapatan meningkat dibanding hari normal. Meski demikian, mereka tetap menghadapi risiko saat bekerja.
Para tukang gerobak harus berhati-hati terhadap arus air. Jalan licin menjadi tantangan tersendiri. Mereka juga bekerja dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
Situasi Terkini dan Langkah Penanganan
BPBD Kabupaten Subang dilaporkan telah turun ke lokasi. Petugas melakukan pendataan wilayah terdampak. Bantuan logistik mulai disalurkan ke warga. Evakuasi dilakukan bila diperlukan.
Pemerintah daerah mengimbau warga tidak memaksakan diri melintas banjir. Keselamatan menjadi prioritas utama. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Fenomena ojek gerobak menunjukkan daya adaptasi warga saat bencana. Di tengah situasi sulit, muncul solusi praktis. Namun pemerintah diharapkan segera memperbaiki infrastruktur. Langkah ini penting untuk mencegah banjir berulang.


