Mencekam, Wisata Guci Kembali Diterjang Banjir Bandang

Genews.co.id Kawasan Wisata Alam Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu pagi (24/1/2026). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak Jumat siang, sehingga meluapkan aliran Sungai Gung dan menerjang berbagai fasilitas wisata di area tersebut.

Banjir bandang kali ini menyebabkan kerusakan sangat parah pada sejumlah fasilitas wisata yang menjadi daya tarik utama di Guci. Dampaknya membuat suasana di destinasi ini kembali mencekam dan memaksa penutupan sebagian area wisata.

Kerusakan Fasilitas Wisata

Menurut laporan, banjir bandang menghancurkan hampir seluruh kolam pemandian air panas yang ada. Pancuran 13, salah satu ikon wisata Guci, kini tersapu bersih oleh derasnya arus air, hingga tinggal hamparan pasir dan batu. Tiga jembatan penghubung antar kawasan wisata juga putus total akibat hantaman air dan material berat yang terbawa arus.

Fasilitas lain seperti Pancuran 5 dan kolam air panas pemandian umum turut rusak parah. Kerusakan infrastruktur ini membuat sebagian besar area wisata tidak bisa diakses. Petugas BPBD dan instansi terkait kemudian memasang pembatas untuk menghalangi pengunjung masuk ke lokasi terdampak.

Tanggap Darurat Ditetapkan

Pemerintah Kabupaten Tegal segera menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari kedepan. Keputusan ini diambil guna mempercepat penanganan dampak banjir bandang, termasuk pembersihan material banjir, penataan kembali fasilitas wisata, dan perbaikan jembatan yang rusak.

Kepala BPBD Kabupaten Tegal menyatakan, walaupun curah hujan masih tinggi, debit air di Sungai Gung kini mulai berkurang. Namun upaya perbaikan infrastruktur di kawasan wisata tetap menjadi prioritas.

Tidak Ada Korban Jiwa

Dalam kebanyakan laporan media sebelumnya maupun pernyataan resmi yang dipublikasikan, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun warga yang tertimbun dalam insiden kali ini. Namun, kerusakan fasilitas wisata dan potensi risiko keselamatan menjadi fokus utama penanganan.

Status penanganan banjir bandang di kawasan wisata Guci masih terus dipantau. Relawan dan petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta sukarelawan lokal turut membantu proses penanganan darurat di lokasi.

Dampak Jangka Panjang

Banjir bandang Guci tidak hanya merusak fisik lingkungan wisata, tetapi juga berimbas pada sektor pariwisata setempat. Data kunjungan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menunjukkan tren menurun drastis akibat kekhawatiran wisatawan terhadap kondisi kawasan ini setelah kejadian banjir sebelumnya.

Penurunan kunjungan wisatawan ke Guci mencapai puluhan persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal dan pekerja wisata di kawasan ini menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam pemulihan pasca-bencana.

Upaya Pemulihan

Dalam menghadapi dampak banjir bandang, Pemkab Tegal telah menginstruksikan percepatan revitalisasi kawasan wisata. Rencana pembangunan ulang jembatan, penguatan tanggul sungai, dan penataan ulang area pemandian air panas direncanakan akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik.

Warga dan pelaku usaha di Guci diminta tetap waspada jika hujan deras terjadi kembali. Pemerintah menghimbau pengunjung yang berencana datang ke wilayah wisata ini untuk mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun dinas pariwisata setempat. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya