Balita yang Hilang di Sungai Gembong Ditemukan Tak Bernyawa di Muara Pelabuhan Pasuruan

GeNews.co.id – Kabar duka menyelimuti Kota Pasuruan setelah upaya pencarian balita yang dilaporkan hanyut di Sungai Gembong berakhir dengan hasil memilukan. Pada Minggu (4/1/2026) pagi, seorang balita laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara pelabuhan setempat. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.

Proses pencarian yang melibatkan aparat kepolisian dan warga sejak Sabtu malam akhirnya berujung di area yang tak disangka. Tubuh balita tersebut ditemukan terbawa arus hingga ke muara pelabuhan setelah dilakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.

Pintu Terbuka, Anak Lenyap Saat Ibu Masak

Usai ditemukan, petugas segera mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan visum. Korban diketahui bernama Barra Zavian Mavendra, berusia satu setengah tahun, warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Sebelumnya, korban dilaporkan menghilang pada Sabtu sore dalam kondisi yang belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut bermula saat ibu korban masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan makanan. Ketika kembali ke luar, pintu rumah sudah terbuka dan sang anak tidak lagi berada di tempat.

Pihak keluarga menduga korban keluar rumah seorang diri dan terjatuh ke Sungai Gembong yang berjarak sekitar 100 meter dari kediaman mereka. Walaupun demikian, saat kejadian tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian di lokasi tersebut.

Awasi Anak di Bantaran Sungai

Penyisiran dilakukan sepanjang aliran Sungai Gembong hingga akhirnya jasad korban ditemukan di muara pelabuhan. Plh Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang tinggal di sekitar wilayah rawan seperti bantaran sungai.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya