Gelombang Demonstrasi & Protes Mahasiswa Gen Z di Indonesia Menyebar Nasional

GeNews.co.id Gelombang protes yang dipimpin oleh mahasiswa generasi Z kembali mencuri perhatian publik Indonesia. Aksi bermula pada 25 Agustus 2025 setelah publik mengetahui adanya kontroversi anggaran tunjangan parlemen yang dipandang berlebihan — mencapai angka yang sangat tinggi dibanding biaya hidup rata-rata warga Indonesia.

Demonstrasi yang awalnya berkumpul di Jakarta berkembang menjadi pergerakan skala nasional, dengan mahasiswa dari berbagai kota termasuk Surabaya, Makassar, dan Bandung turut turun ke jalan. Selain soal anggaran tunjangan, tuntutan juga meluas pada reformasi lembaga kepolisian dan pemberantasan korupsi.

Tendensi Eskalasi & Kasus Kekerasan

Aksi protes yang awalnya damai mengalami kekerasan ketika bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan di beberapa titik kota besar. Setidaknya satu warga sipil tewas yaitu Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, setelah dilindas kendaraan taktis saat bentrokan berlangsung.

Bentrokan ini memicu kecaman luas dan tekanan publik terhadap pemerintah agar mengusut tuntas kasus kekerasan. Yang terjadi di lapangan serta memastikan kebebasan berpendapat.

Respons Pemerintah

Pemerintah pusat menyatakan akan mengevaluasi struktur anggaran yang dipermasalahkan serta membuka dialog dengan perwakilan demonstran. Namun pihak oposisi menilai respons pemerintah terlalu lambat dan meminta reformasi yang lebih substansial untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Pengaruh Jangka Panjang

Pengamat politik menyatakan bahwa gelombang aksi ini menjadi tonggak penting bagi partisipasi politik generasi muda di Indonesia. Kehadiran generasi Z sebagai suara kritis dalam proses demokrasi mencerminkan meningkatnya kesadaran politik di kalangan pemilih muda. Dan mungkin berdampak pada wacana kebijakan publik di masa depan. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya