Terungkap, Ini Kondisi Bocah NS Sebelum Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi

GeNews.co.id Kasus kematian remaja berinisial NS (13) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Bocah tersebut diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan ibu tirinya sendiri. Peristiwa ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Polisi mengungkap sejumlah fakta terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia. Keterangan ini diperoleh dari hasil pemeriksaan saksi serta temuan medis awal. Aparat memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Kronologi Penemuan Korban di Sukabumi

Peristiwa ini terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada pertengahan Februari 2026. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mengalami kondisi kritis di rumahnya. Warga sekitar mengetahui kejadian itu setelah mendengar adanya keributan.

NS kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun nyawanya tidak tertolong. Pihak kepolisian menerima laporan tak lama setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Sukabumi menyampaikan bahwa tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga meminta keterangan dari anggota keluarga dan sejumlah saksi. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kondisi Fisik Korban Sebelum Meninggal

Berdasarkan keterangan polisi, tubuh korban ditemukan dengan sejumlah luka. Dugaan awal mengarah pada tindakan kekerasan yang terjadi sebelum korban meninggal. Hasil visum menjadi dasar penyelidikan lanjutan.

Petugas medis menemukan tanda lebam di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut diduga akibat benturan benda tumpul. Namun kepolisian belum menyimpulkan secara final penyebab kematian.

Polisi juga mendalami informasi dari tetangga sekitar rumah korban. Beberapa warga mengaku pernah mendengar korban menangis sebelumnya. Keterangan itu kini menjadi bagian dari berkas penyidikan.

Dugaan Keterlibatan Ibu Tiri

Dalam penyelidikan awal, ibu tiri korban menjadi pihak yang diperiksa intensif. Status hukumnya masih dalam proses pendalaman. Polisi belum menetapkan tersangka hingga seluruh bukti terkumpul.

Kapolres menyebut pemeriksaan dilakukan secara profesional. Aparat juga berkoordinasi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Pendampingan psikologis disiapkan untuk pihak keluarga yang terdampak.

Penyidik menelusuri kemungkinan adanya kekerasan berulang. Motif dugaan penganiayaan masih didalami. Polisi menegaskan tidak akan berspekulasi sebelum penyidikan rampung.

Proses Hukum dan Reaksi Publik

Kasus ini memicu keprihatinan luas di masyarakat Sukabumi. Banyak pihak meminta aparat menuntaskan perkara secara transparan. Perlindungan terhadap anak kembali menjadi sorotan publik.

Dinas terkait juga turut memantau perkembangan kasus. Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan pendampingan hukum bila diperlukan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keadilan bagi korban.

Kepolisian memastikan hasil autopsi akan diumumkan setelah keluar resmi. Proses tersebut penting untuk memperjelas penyebab kematian NS. Publik diminta menunggu hasil penyidikan tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya