Danantara Akselerasi BUMN Jadi 300 Perusahaan, Siap IPO dan Suntik Rp500 Triliun di 2026

GeNews.co.id -Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sedang menggelar transformasi besar-besaran di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan target merampingkan 1.043 perusahaan menjadi hanya 300 entitas pada 2026, langkah ini diharapkan mendorong efisiensi dan daya saing global. Tak hanya itu, Danantara juga bersiap debut di pasar modal sambil menggelontorkan investasi raksasa Rp500 triliun untuk proyek strategis nasional.

Percepatan Konsolidasi Tanpa PHK

Yang awalnya direncanakan selesai 2027, kini proses konsolidasi digaspol menjadi akhir 2026. Alasannya sederhana: waktu terbatas dan kebutuhan mendesak untuk memperkuat posisi BUMN di tengah persaingan ketat. Bhimo Aryanto, Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara, menegaskan komitmen ini. “Kami kelompokkan ke klaster-klaster, tinjau ulang model bisnis, tapi efisiensi struktur dewan komisaris dan direksi dilakukan tanpa pemutusan hubungan kerja,” katanya.

Fokus utama adalah realokasi sumber daya, sehingga karyawan tetap terlindungi. Langkah ini diharapkan menekan biaya operasional secara signifikan, sekaligus menjaga stabilitas tenaga kerja.

Debut di Pasar Modal dan Produk Inovatif

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menyambut baik rencana ini. Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menyebut IPO BUMN di bawah Danantara sebagai opsi utama untuk masuk pasar modal tahun ini.

“Kami tawarkan indeks Danantara dan ETF berbasis saham BUMN, agar investor bisa ikut serta dalam pertumbuhan ini,” ujarnya. Kehadiran Danantara di bursa diproyeksikan membuka akses modal baru, mempercepat ekspansi, dan menarik minat investor ritel maupun institusional.

Rp500 Triliun untuk Hilirisasi dan Swasembada

Puncaknya, Danantara siapkan suntikan dana Rp500 triliun sepanjang 2026 untuk 21 proyek hilirisasi. Ini mencakup smelter bauksit, bioetanol, hingga poultry feeding mill—mendukung swasembada pangan dan energi. Baru minggu lalu, enam proyek telah digroundbreaking, dengan sepuluh lainnya menyusul pekan depan.

Target ambisius ini didukung proyeksi laba BUMN melonjak menjadi Rp360 triliun tahun ini (dari Rp332 triliun 2025), dan minimal Rp400 triliun di 2027. COO Danantara, Dony Oskaria, optimis: “Ini bukan sekadar angka, tapi fondasi kemajuan ekonomi nasional.” Transformasi Danantara tak hanya restrukturisasi, tapi visi jangka panjang untuk BUMN yang lebih lincah dan menguntungkan.