Emas Dunia Mendekati US$ 5.100: Pelemahan Dolar AS Jadi Pemicu Utama
Genews.co.idHarga emas dunia kembali mencatatkan level tertinggi harian mendekati US$ 5.100 per troy ons pada perdagangan Senin kemarin. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS, yang menjadi katalis utama bagi reli logam mulia tersebut.
Pelemahan Dolar AS sebagai Katalis Kuat

Indeks dolar AS (DXY) mengalami penurunan mencapai 0,8 persen hingga kisaran 96,84-97,36, level terendah sejak awal Februari. Pelemahan greenback ini membuat emas, yang dihargai dalam dolar, menjadi lebih terjangkau bagi investor global. “Penurunan dolar berkontribusi besar terhadap kenaikan emas hari ini, meski pasar tetap waspada,” ujar Tim Waterer, analis utama KCM, seperti dikutip Reuters. Faktor lain termasuk kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang tak terduga serta kekhawatiran atas beban utang AS yang membengkak.
Antisipasi Data Ekonomi AS yang Menentukan

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data ekonomi AS pekan ini. Terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) dan indeks harga konsumen (CPI). Proyeksi Reuters memperkirakan penambahan 70.000 lapangan kerja non-pertanian pada Januari. Hasil data ini akan memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve, yang saat ini diprediksi dua kali pada 2026 setelah tiga kali sebelumnya tahun lalu. The Fed mempertahankan suku bunga di rentang 3,5-3,75 persen pada rapat Januari.
Permintaan Bank Sentral yang Tak Kunjung Redup
Permintaan emas dari bank sentral tetap menjadi pendorong jangka panjang. People’s Bank of China (PBoC) melanjutkan pembelian untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari 2026, menambah cadangan menjadi 74,19 juta troy ons senilai US$ 369,58 miliar. Meski harga emas sempat mencapai rekor US$ 5.608 per troy ons awal tahun, kenaikan tahunan masih mencapai 70 persen. Tren ini memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi global.
Harga emas spot ditutup naik 1,3-2 persen di kisaran US$ 5.026-5.056 per troy ons, sementara kontrak berjangka AS bersinar di US$ 5.079. Analis memproyeksikan potensi reli lanjutan jika data AS mengecewakan.


