Korban Epstein Bongkar Kebohongan DOJ di Super Bowl: “Kami Takkan Diam!”

Genews.co.id -Para penyintas pelecehan Jeffrey Epstein tak tinggal diam. Di tengah hiruk-pikuk Super Bowl, mereka merilis iklan pendek yang menusuk hati, menuntut transparansi penuh dari Departemen Kehakiman AS (DOJ). Ini bukan sekadar seruan—ini perlawanan nyata melawan janji palsu dan trauma berulang.

Iklan Super Bowl yang Mengguncang Hati Penonton

Bayangkan duduk santai nonton Super Bowl, tiba-tiba muncul wajah-wajah wanita muda memegang foto diri mereka sebagai remaja. Itulah iklan 33 detik dari World Without Exploitation yang dirilis hari Minggu itu. “Setelah bertahun-tahun dipisahkan, kami berdiri bersama,” kata Annie Farmer, salah satu penyintas, sambil memegang foto dirinya dari akhir 1990-an. “Karena gadis ini pantas mendapat kebenaran.”

Iklan itu menyoroti Undang-Undang Transparansi File Epstein yang ditandatangani pada 19 November 2025. Sayangnya, dari jutaan dokumen, baru 3,5 juta yang dirilis—dan itu pun bermasalah besar. Pesan penutupnya tegas: “Berdiri Bersama Kami, Suruh Jaksa Agung Pam Bondi Waktunya Kebenaran!”

Kritik Pedas Trump: “Sudah Saatnya Move On”?

Kampanye ini meledak setelah komentar Presiden Donald Trump pada 3 Februari di Oval Office. “Saya pikir sudah waktunya negara ini beralih ke hal lain. Sekarang tak ada yang keluar soal saya, selain konspirasi melawan saya oleh Epstein dan orang lain,” katanya. Pernyataan itu seperti bensin di api bagi para penyintas.

Jurnalis Jim Acosta langsung bagikan iklan di media sosial, tulisnya: “Para penyintas merilis iklan ini di Super Bowl untuk bilang mereka takkan ‘move on’ dari skandal perdagangan seks terbesar di dunia.”

DOJ Kena Getah: Identitas Korban Terbongkar, Ancaman Menerpa

Yang bikin geram, DOJ klaim tahan jutaan dokumen demi privasi korban. Tapi saat rilis 3,5 juta file pada 30 Januari, redaksi buruk: nama, nomor telepon, bahkan data bank korban terekspos! Lisa Phillips, penyintas lain, bilang ke BBC, “DOJ langgar ketiga syarat kami. Banyak dokumen masih dirahasiakan, sementara nama korban bocor, tapi tokoh berkuasa aman.”

Sekitar 300 penyintas ajukan banding darurat. Jane Doe 8 tulis di pengadilan: “Kalian bocorkan info bank pribadi saya, sekarang saya tutup kartu dan rekening. Serangan kejam dari ‘Departemen Kehakiman’ ini memalukan.” Banyak korban dapat ancaman kematian pasca-rilis.

Penyintas Tak Gentar: “Kami Takkan Menyerah”

Annie Farmer tegas ke NPR: “Meski rilis dokumen kacau, kami yakin transparansi penting. Kami takkan berhenti tuntut hukum ditegakkan.” Sepuluh penyintas lain keluarkan pernyataan: “Kami, para penyintas, tak boleh yang disorot dan trauma ulang, sementara enabler Epstein bebas di balik kerahasiaan.” Kampanye Super Bowl ini bukti: para wanita kuat ini takkan diam sampai keadilan datang. Di usia 2026, skandal Epstein masih jadi luka terbuka Amerika—dan dunia.