×

Prabowo Serukan “Gentengisasi”, Pramono Anung: Saya Setuju 1.000 Persen

Genews.co.id Presiden Prabowo Subianto menyerukan kebijakan yang ia sebut sebagai “gentengisasi”. Seruan itu disampaikan dalam forum resmi yang membahas pembangunan nasional dan penguatan industri dalam negeri.

Gagasan tersebut langsung mendapat respons positif dari Pramono Anung. Politikus senior itu menyatakan dukungan penuh. Ia bahkan menyebut setuju 1.000 persen atas ide tersebut. Pernyataan Pramono disampaikan kepada awak media. Respons itu kemudian dikutip luas oleh sejumlah media nasional.

Makna Seruan “Gentengisasi”

Dalam penjelasan yang disampaikan Prabowo, “gentengisasi” merujuk pada upaya mendorong penggunaan produk dalam negeri. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan genteng lokal dibanding bahan impor.

Prabowo menilai Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah. Bahan bangunan lokal dinilai mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Menurut Prabowo, penggunaan produk lokal dapat memperkuat industri rakyat. Kebijakan ini juga diyakini membuka lapangan kerja baru. Seruan tersebut disampaikan sebagai bagian dari visi kemandirian ekonomi nasional.

Dukungan Kuat dari Pramono Anung

Pramono Anung menilai gagasan Prabowo sangat relevan. Ia menyebut kebijakan itu menyentuh akar persoalan ekonomi rakyat.

Menurut Pramono, industri genteng dan bahan bangunan lokal melibatkan banyak tenaga kerja. Sektor ini tersebar hingga ke daerah.

Ia menyatakan dukungan tanpa ragu. “Saya setuju 1.000 persen,” ujar Pramono, seperti dikutip media. Pramono menilai kebijakan ini tidak hanya simbolik. Ia melihat dampak nyata bagi ekonomi lokal.

Dampak bagi Industri dan UMKM

Penggunaan genteng lokal dinilai dapat mendorong pertumbuhan UMKM. Banyak pelaku usaha kecil bergerak di sektor ini. Pramono menyebut kebijakan tersebut bisa meningkatkan daya saing produk lokal. Pemerintah dinilai perlu memberi insentif.

Ia juga menekankan pentingnya regulasi pendukung. Aturan pengadaan harus memprioritaskan produk dalam negeri. Pengamat ekonomi menilai kebijakan ini sejalan dengan program substitusi impor. Indonesia dinilai perlu mengurangi ketergantungan pada bahan bangunan impor.

Tantangan dalam Implementasi

Meski mendapat dukungan, kebijakan “gentengisasi” dinilai memiliki tantangan. Salah satunya adalah standar kualitas. Pengamat menilai pemerintah perlu memastikan mutu produk lokal. Sertifikasi dan pembinaan menjadi kunci.

Distribusi juga menjadi perhatian. Produk lokal harus mampu menjangkau proyek besar dan daerah terpencil. Selain itu, harga harus tetap kompetitif. Pemerintah dinilai perlu menjaga keseimbangan pasar.

Komitmen Pemerintah ke Depan

Prabowo menegaskan kebijakan ini bukan sekadar wacana. Pemerintah disebut akan menyiapkan langkah konkret. Koordinasi lintas kementerian akan dilakukan. Kementerian PUPR dan Perindustrian disebut memiliki peran penting.

Pemerintah juga akan melibatkan pemerintah daerah. Tujuannya agar kebijakan berjalan merata. Pramono berharap gagasan ini segera diterjemahkan ke kebijakan teknis. Ia menilai momentum politik saat ini sangat tepat.

Respons Publik dan Arah Kebijakan

Seruan “gentengisasi” mendapat perhatian publik. Warganet ramai membahas makna dan dampaknya.Sebagian menilai kebijakan ini pro-rakyat. Namun, ada juga yang meminta kajian matang.

Pemerintah diminta transparan dalam pelaksanaannya. Evaluasi berkala dinilai penting.Ke depan, kebijakan ini berpotensi menjadi bagian strategi pembangunan nasional. Fokusnya adalah kemandirian dan pemerataan ekonomi.