×

7 Hasil Pertemuan Airlangga Purbaya Danantara Usai Bos OJK–BEI Mundur

Genews.co.id Pemerintah menggelar pertemuan penting menyusul mundurnya pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pertemuan tersebut melibatkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputi Gubernur Bank Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, serta perwakilan Danantara.

Pertemuan ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah gejolak pasar keuangan. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas dan kepercayaan pelaku pasar.

Sejumlah poin strategis disepakati. Berikut tujuh hasil utama pertemuan tersebut berdasarkan rangkuman pemberitaan media nasional.

1. Stabilitas Pasar Keuangan Jadi Prioritas

Pemerintah menegaskan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga. Airlangga menyampaikan tidak ada gangguan sistemik pasca pengunduran diri pimpinan OJK dan BEI.

Koordinasi lintas lembaga diperkuat untuk memastikan pasar berjalan normal. Pemerintah meminta pelaku pasar tetap tenang.

2. Transisi Kepemimpinan OJK dan BEI Dipastikan Lancar

Pertemuan menyepakati proses transisi kepemimpinan di OJK dan BEI berjalan sesuai aturan. Penunjukan pelaksana tugas dilakukan agar fungsi pengawasan tetap optimal.

Pemerintah menilai mekanisme kelembagaan sudah siap menghadapi perubahan pimpinan.

3. BI Siap Jaga Likuiditas dan Nilai Tukar

Purbaya menegaskan Bank Indonesia siap menjaga likuiditas perbankan. BI juga akan memastikan stabilitas nilai tukar rupiah.

Langkah intervensi pasar tetap tersedia bila diperlukan. BI memantau pergerakan pasar secara ketat.

4. Danantara Diminta Perkuat Kepercayaan Investor

Perwakilan Danantara diminta berperan aktif menjaga sentimen investor. Pemerintah menilai komunikasi publik harus diperkuat.

Danantara diharapkan menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan pelaku pasar. Transparansi menjadi kunci utama.

5. Pengawasan Sektor Keuangan Tetap Berjalan Normal

Pemerintah memastikan fungsi pengawasan sektor keuangan tidak terganggu. OJK tetap menjalankan tugas meski terjadi pergantian pimpinan.

Airlangga menekankan tidak ada kekosongan kewenangan dalam sistem keuangan nasional.

6. Reformasi Tata Kelola Tetap Dilanjutkan

Pertemuan juga menegaskan komitmen melanjutkan reformasi sektor keuangan. Pemerintah menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk perbaikan tata kelola.

Evaluasi internal di OJK dan BEI disebut akan dilakukan secara menyeluruh.

7. Pemerintah Jaga Komunikasi dengan Publik

Pemerintah sepakat memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Informasi resmi akan disampaikan secara berkala untuk mencegah spekulasi.

Langkah ini dianggap penting guna menjaga kepercayaan publik dan investor.

Pasar Diminta Tetap Rasional

Airlangga meminta pelaku pasar merespons situasi secara rasional. Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

Pertemuan Airlangga, Purbaya, dan Danantara disebut sebagai bentuk respons cepat pemerintah. Langkah ini diharapkan meredam gejolak dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya