Banjir Parah di Kota Tangerang, Tanggul Jebol dan Jembatan Lumpuh

Genews.co.id Banjir parah kembali melanda Kota Tangerang, Banten, setelah hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari. Kondisi ini semakin memburuk ketika tanggul jebol di sejumlah titik, memaksa air meluap ke pemukiman warga dan merusak infrastruktur penting. Akibatnya, setidaknya satu jembatan dinyatakan lumpuh dan arus lalu lintas terganggu signifikan.

Berdasarkan pemantauan pihak berwenang, banjir terjadi sejak Jumat (23/1/2026) akibat intensitas hujan ekstrem. Debit air meningkat tajam di sejumlah sungai dan saluran air di kawasan Tangerang Raya, termasuk Kali Angke dan Sungai Cisadane. Sistem drainase tidak mampu menampung limpasan, sehingga air meluap ke pemukiman dan jalan utama.

Tanggul Jebol Picu Air Meluap

Tanggul yang berada di beberapa titik dalam kota dilaporkan jebol setelah menerima tekanan air yang sangat tinggi.

Salah satu titik jebol terjadi di dekat Perumahan Pinang Griya, Kecamatan Pinang, yang merupakan kawasan dekat aliran Kali Angke. Jebolnya tanggul ini membuat air sungai langsung mengalir deras ke pemukiman sekitar. Banyak rumah warga tergenang setinggi puluhan sentimeter hingga satu meter lebih.

Di bagian lain Kota Tangerang, hujan ekstrem dan tanggul yang tidak kuat menahan tekanan air membuat kondisi banjir semakin parah. Genangan mencapai berbagai wilayah di Cipondoh, Pinang, Benda, dan Teluknaga. Data terbaru menunjukkan 32 titik banjir yang tersebar di seluruh Kota Tangerang, mulai dari perumahan warga hingga ruas jalan utama.

Infrastruktur Terdampak dan Akses Lumpuh

Salah satu dampak serius dari banjir kali ini adalah lumpuhnya jembatan penghubung yang menjadi akses vital warga dan kendaraan. Laporan menyebut bahwa Jembatan Bendungan Polor terdampak banjir dan tidak dapat dilintasi sementara waktu, sehingga mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik.

Selain itu, sejumlah pohon tumbang di beberapa titik akibat angin kencang yang mengiringi hujan ekstrem. Kejadian itu menambah penghambat di ruas jalan utama dan membuat arus lalu lintas semakin terhambat di beberapa area terdampak.

Warga Mengungsi dan Dampak Sosial

Akibat banjir parah ini, sedikitnya 160 warga (16 Kepala Keluarga) terpaksa mengungsi dari rumahnya. Mereka dipindahkan ke posko evakuasi darurat yang disiapkan oleh pemerintah setempat dan aparat keamanan.

Warga yang terdampak mengaku panik ketika air semakin tinggi dan menembus rumah mereka. Beberapa menyelamatkan barang-barang penting saat kondisi banjir meningkat pada pagi hari. Evakuasi dilakukan bersama personil BPBD, Polres Metro Tangerang Kota, dan relawan.

Pemerintah Kota Tangerang bersama aparat telah menyiapkan empat posko utama untuk membantu warga yang terdampak, termasuk distribusi logistik, makanan bantuan, serta pelayanan medis dasar bagi yang membutuhkan.

Tanggap Darurat dan Penanganan

Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana dan terus mengerahkan upaya penanggulangan. Salah satunya adalah pemasangan kisdam darurat dan karung pasir di titik tanggul yang jebol untuk mengurangi aliran air susulan. Langkah ini dilakukan agar banjir tidak kembali meluas saat hujan turun lagi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa langkah cepat sudah dilakukan dengan bantuan aparat TNI-Polri, Dinas PUPR, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan tanggul dan aliran sungai. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas karena potensi hujan ekstrem masih tinggi.

BPBD juga memantau tinggi muka air secara real-time menggunakan layanan pemantauan resmi kota. Warga dapat mengakses data tersebut melalui portal publik untuk mengetahui titik-titik yang paling berisiko.

Dampak Lalu Lintas dan Kondisi Jalan

Selain pemukiman dan rumah warga, kondisi banjir juga mengganggu akses moda transportasi. Genangan di sejumlah jalan utama sempat menghambat kendaraan kecil dan besar, bahkan beberapa titik tidak dapat dilalui sama sekali.

Kendaraan yang melintas di Tangerang-Merak Toll Road (KM 38) sempat terhambat akibat genangan air. Polisi lalu lintas menyatakan bahwa kondisi ini telah berangsur membaik setelah permukaan air menurun.

Rekomendasi dan Imbauan

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap menghindari daerah terdampak saat banjir masih terjadi. Masyarakat disarankan mengikuti informasi cuaca ekstrem dari BMKG dan peringatan resmi dari BPBD.

Lingkungan seperti permukiman di dekat sungai, tanggul, dan jalur drainase diminta waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diminta memantau informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Kasus ini tetap berstatus developing news karena kondisi di lapangan masih berubah dan penanganan banjir terus dilakukan oleh otoritas setempat.