×

Trump Kerahkan Armada AS ke Iran, Tegaskan Ancaman Nuklir

Genews.co.id Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengiriman armada militer besar menuju wilayah Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran atas program nuklir Teheran. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat kembali dari World Economic Forum di Davos, Swiss.

Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki “kekuatan besar” yang sedang bergerak ke arah Iran sebagai bentuk kewaspadaan. Meski demikian, ia berharap situasi tidak memicu konflik langsung.

Trump Tegaskan Ancaman terhadap Iran

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan Amerika Serikat mengawasi Iran “dengan sangat cermat” dan tetap mempertahankan opsi militer terbuka. Ia menyatakan armada besar tersebut sedang menuju ke wilayah Iran, tetapi berharap tidak perlu mengerahkan kekuatan itu secara nyata.

“Saya lebih suka tidak melihat sesuatu terjadi, tapi kita akan melihat apa yang terjadi,” ujar Trump. Pernyataan ini menegaskan posisi Washington terhadap risiko yang ditimbulkan jika Tehran melanjutkan program nuklirnya.

Trump juga memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap larangan program nuklir bisa memicu aksi militer, meskipun ia tidak merinci skenario tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa Iran dapat mencoba mengembangkan kembali kemampuan nuklirnya.

Armada AS yang Dikerahkan

Amerika Serikat mengirimkan sejumlah kapal perang, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perusak peluru kendali, yang diperkirakan akan tiba di perairan Asia Barat dalam beberapa hari mendatang. Armada ini sebelumnya beroperasi di kawasan Asia Pasifik sebelum diarahkan ke Timur Tengah.

Menurut laporan, armada militer ini juga kemungkinan akan dilengkapi dengan sistem pertahanan udara tambahan untuk menghadapi potensi serangan balasan dari Iran. Pengiriman kapal perang ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat di wilayah Teluk Persia dan sekitarnya.

Konteks Ketegangan Regional

Ketegangan antara AS dan Iran tengah memuncak setelah pemberontakan dan protes domestik di Iran yang disertai crackdown keras oleh pemerintah Tehran. Trump menyatakan bahwa posisi AS adalah menekan Iran untuk tidak melanjutkan eksekusi massa terhadap demonstran maupun pengembangan program nuklir.

Pihak Iran sendiri telah memberikan peringatan keras. Seorang pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa setiap serangan militer terhadap negara tersebut akan dianggap sebagai perang total dan akan dibalas dengan keras.

Reaksi serupa datang dari komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, yang menyatakan bahwa pasukan mereka “lebih siap dari sebelumnya” dan siap menanggapi ancaman eksternal, termasuk dari AS.

Ancaman Nuklir dan Perhatian Internasional

Trump sebelumnya juga telah memperingatkan Iran terkait program nuklirnya dan menegaskan bahwa pelanggaran terhadap larangan tersebut bisa membawa akibat militer. Ia menyinggung kembali serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 dan menyatakan Washington tidak akan mentolerir pengembangan senjata nuklir.

Situasi ini menarik perhatian internasional dengan kekhawatiran bahwa eskalasi militer bisa berdampak jauh, termasuk memperburuk konflik di Timur Tengah dan mengguncang stabilitas global.

Ancaman Balasan dari Iran

Pemerintah Iran menilai bahwa setiap tindakan militer oleh AS akan dianggap sebagai perang menyeluruh dan akan dibalas secara signifikan. Pernyataan keras dari pejabat tinggi Tehran menegaskan kesiapsiagaan mereka menghadapi skenario terburuk.

Iran juga menegaskan bahwa mereka tetap mempertahankan kedaulatannya dan bahwa agresi militer terhadap negaranya akan membawa konsekuensi yang luas di kawasan.

Perkembangan Selanjutnya

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pemerintah Iran atau Amerika Serikat tentang langkah berikutnya. Ketegangan tetap tinggi, dan dunia internasional terus memantau perkembangan situasi ini secara cermat.

Kasus ini masih berstatus developing news. Informasi resmi lebih lanjut akan disampaikan saat tersedia.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya