BNPB melaporkan 8 korban meninggal akibat tanah longsor di Bandung Barat

Genews.co.id Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa 8 orang meninggal dunia setelah sebuah tanah longsor besar menerjang wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menimbun pemukiman warga.

Selain korban jiwa, puluhan warga lainnya masih dalam proses pencarian. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk menemukan warga yang diduga masih tertimbun. Sampai saat ini operasi pencarian berlangsung intensif di lokasi bencana.

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Pasirlangu

Menurut BNPB, tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kampung Babakan Cibarusah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat sekitar pukul 02.30 WIB. Longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur daerah itu sejak Jumat malam hingga dini hari.

Material longsoran berupa tanah, pasir, dan batu menyapu pemukiman warga. Banyak rumah tertimbun dan menyebabkan evakuasi darurat diperlukan di berbagai titik lokasi.

Korban jiwa yang ditemukan mencapai 8 orang berdasarkan data terbaru per Sabtu pagi. Sementara itu, 82 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dampak terhadap Warga dan Rumah Terdampak

BNPB mencatat bahwa bencana tanah longsor ini berdampak langsung pada sekitar 34 kepala keluarga (±113 jiwa). Barang-barang rumah tangga dan aset warga ikut tertimbun lumpur serta material longsor.

Selain korban meninggal dan hilang, puluhan warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. BNPB menyampaikan bahwa 23 orang dilaporkan selamat dan telah menerima pertolongan medis dasar di lokasi.

Untuk rumah yang terdampak, petugas masih melakukan pendataan lanjutan. Jumlah total rumah yang mengalami rusak berat atau ringan akan dirilis setelah proses asesmen selesai oleh BPBD dan tim terkait.

Operasi SAR Gabungan Terus Digencarkan

Proses pencarian korban hilang dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan lokal, serta instansi terkait lainnya. Tim menggunakan peralatan manual dan mesin ringan untuk mengatasi medan tanah longsor yang berat.

Cuaca di lokasi pencarian tetap menjadi tantangan bagi tim. Medan yang licin dan risiko longsor susulan mengharuskan tim SAR bekerja dengan hati-hati. PMI dan petugas medis juga turut siaga di titik evakuasi utama untuk memberikan pertolongan pertama.

Selain pencarian manual, drone dan alat deteksi lainnya juga digunakan untuk membantu tim mencapai titik-titik yang sulit dijangkau. Koordinasi lintas instansi berlangsung secara terus-menerus di pos komando utama yang didirikan di kawasan terdampak.

Imbauan Warga dan Siaga Cuaca

BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor dan banjir untuk tetap waspada terhadap curah hujan tinggi. Warga yang tinggal di lembah kaki bukit atau daerah miring diminta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Pusat Meteorologi juga mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Barat akibat meluasnya pola hujan deras. BNPB meminta agar warga selalu memantau peringatan resmi dari BMKG dan mengikuti arahan petugas.

Selain itu, warga diminta menyiapkan jalur evakuasi cepat jika hujan berkepanjangan terjadi lagi dalam beberapa hari ke depan. Persiapan ini dinilai penting untuk menekan potensi risiko saat cuaca memburuk.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana. Upaya darurat mencakup penyaluran bantuan logistik, pelayanan kesehatan, dan dukungan psikososial bagi keluarga korban.

Bupati Bandung Barat menyatakan bahwa fasilitas darurat seperti tenda pengungsian dan dapur umum telah disiapkan untuk membantu warga terdampak. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan BNPB dan instansi lain untuk mempercepat pemulihan.

Perkembangan Selanjutnya

Sampai berita ini ditulis, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR terus mengerahkan sumber daya untuk menemukan korban yang masih dinyatakan hilang. Jumlah korban yang ditemukan dan kondisi terakhir warga akan diperbarui secara berkala.

Kasus ini tetap berstatus developing news dan akan terus dipantau. Informasi terbaru akan disampaikan secara resmi melalui keterangan pemerintah dan BNPB. 

Anda Mungkin Telah Melewatkannya