6 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Kondisi Sudah Sulit Dikenali
Tim SAR gabungan kembali menemukan enam jenazah korban pesawat ATR 42-500 dalam operasi pencarian yang berlangsung di lokasi kecelakaan. Seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi sulit dikenali akibat dampak benturan dan medan ekstrem di area jatuhnya pesawat.
Informasi ini disampaikan oleh otoritas SAR dalam pembaruan resmi dari posko operasi. Penemuan tersebut menjadi bagian dari upaya lanjutan pencarian korban setelah sebelumnya tim menemukan beberapa bagian pesawat di sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus berlangsung.
Kronologi Penemuan di Lokasi Kecelakaan

Enam jenazah ditemukan di beberapa titik yang berada tidak jauh dari lokasi utama reruntuhan pesawat. Penemuan dilakukan setelah tim darat berhasil menjangkau area yang sebelumnya sulit diakses.
Lokasi penemuan berada di wilayah dengan kontur terjal. Vegetasi lebat dan kondisi tanah yang licin menyulitkan proses pencarian. Tim harus bergerak secara bertahap dan menggunakan peralatan khusus.
Setiap temuan langsung dilaporkan ke posko utama. Proses penanganan awal dilakukan di lokasi sebelum jenazah dievakuasi ke titik aman.
Kondisi Jenazah Korban
Pihak berwenang menyampaikan bahwa kondisi jenazah sudah mengalami perubahan signifikan. Faktor benturan keras dan paparan lingkungan menjadi penyebab utama.
Kondisi tersebut membuat identifikasi visual tidak memungkinkan. Oleh karena itu, proses identifikasi akan dilakukan menggunakan metode forensik lanjutan.
Tim medis dan forensik langsung melakukan penanganan sesuai standar. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan.
Proses Evakuasi oleh Tim SAR Gabungan

Evakuasi jenazah dilakukan secara hati-hati. Medan yang sulit memaksa tim menggunakan kombinasi jalur darat dan udara.
Helikopter dikerahkan untuk mengangkut jenazah dari titik-titik yang tidak memungkinkan dilalui melalui jalur darat. Proses ini memerlukan koordinasi ketat antar unsur SAR.
Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Setiap unsur menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
Cuaca menjadi faktor penentu dalam evakuasi. Kabut dan hujan kerap menghambat pergerakan tim. Meski demikian, operasi tetap dilanjutkan dengan pengaturan waktu yang ketat.
Proses Identifikasi Korban
Jenazah yang berhasil dievakuasi dibawa ke fasilitas kesehatan rujukan. Di lokasi tersebut, tim DVI Polri akan melakukan proses identifikasi.
Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan medis, data ante mortem, serta pencocokan dengan data keluarga korban. Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi.
Pihak berwenang meminta keluarga korban bersabar. Informasi resmi akan disampaikan setelah proses identifikasi selesai dilakukan.
Pemerintah memastikan seluruh prosedur dilakukan secara profesional dan transparan.
Respons Pemerintah dan Pendampingan Keluarga

Pemerintah pusat dan daerah menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Pendampingan psikologis disiapkan bagi keluarga korban.
Pemerintah juga memastikan hak keluarga korban tetap terpenuhi. Seluruh proses administrasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan lancar.
Perkembangan Operasi Pencarian
Operasi SAR masih berlanjut untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan. Tim akan melakukan penyisiran lanjutan berdasarkan analisis data lapangan.
Evaluasi rutin dilakukan setiap hari untuk menentukan langkah selanjutnya. Keputusan terkait penghentian pencarian akan diambil berdasarkan hasil verifikasi menyeluruh.


