Pemerintah Jerman Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026 Terkait Isu Greenland
Genews.co.id Isu geopolitik global mulai berdampak pada dunia olahraga setelah muncul pembahasan terkait kemungkinan boikot Piala Dunia FIFA 2026 oleh Jerman. Wacana ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan internasional akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait Greenland — sebuah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini menjadi perbincangan karena sejumlah pihak Eropa mulai mempertimbangkan langkah protes jika isu Greenland terus berkembang.
Wacana Boikot Muncul dari Politisi Jerman

Beberapa anggota parlemen Jerman mulai mengusulkan boikot sebagai bentuk tekanan politik terhadap kebijakan AS. Pernyataan itu terutama disampaikan oleh politisi dari Partai Uni Demokrat Kristen (CDU) yang menyebut boikot sebagai opsi terakhir jika ketegangan semakin memuncak.
Survei yang dilakukan lembaga INSA menunjukkan publik Jerman terbelah soal rencana ini. Sekitar 47 persen responden mendukung opsi boikot jika AS mencaplok Greenland, sementara 35 persen menolak gagasan itu. Data ini menunjukkan sentimen kuat di masyarakat terhadap isu terkait kedaulatan dan geopolitik.
Meski demikian, pemerintah federal Jerman secara resmi tidak mengambil keputusan untuk menarik diri dari Piala Dunia. Pemerintah menegaskan bahwa keputusan soal partisipasi atau boikot turnamen harus dibuat oleh badan olahraga terkait, bukan politisi. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Negara bidang Olahraga Jerman, yang menekankan bahwa hal tersebut menjadi wewenang Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan FIFA.
Isu Greenland dan Ketegangan Internasional

Ketegangan ini berakar dari dorongan Presiden AS Donald Trump untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Pernyataan seperti ini memicu kritik dari negara-negara Eropa, termasuk Jerman, karena Greenland adalah wilayah otonom milik Denmark dan bagian dari struktur politik Eropa.
Ancaman pengenaan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang klaim AS atas Greenland juga ikut memicu kekhawatiran. Jerman termasuk di antara negara yang disebut dalam daftar tersebut, bersama Finlandia, Prancis, Norwegia, dan sekutu lain.
Ketegangan terkait strategi AS di Greenland juga mendorong diskusi di kalangan pejabat dan pemimpin sepak bola Eropa. Beberapa pertemuan informal antara petinggi sepak bola benua itu telah dilakukan untuk menanggapi kemungkinan dampaknya kepada Piala Dunia 2026.
Dampak terhadap Sepak Bola dan Partisipasi Jerman

Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi terkait boikot dari pemerintah atau federasi sepak bola Jerman. Die Mannschaft, julukan tim nasional sepak bola Jerman, telah lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara grup kualifikasi di zona Eropa.
Pernyataan dari pejabat olahraga Jerman menunjukkan sikap berhati-hati. Mereka menilai perlunya memisahkan olahraga dari politik serta mempertimbangkan dampak terhadap pemain, suporter, dan penggemar. Pengambilan keputusan resmi diyakini akan melibatkan banyak pertimbangan, termasuk kerja sama dengan FIFA.
Meski wacana boikot masih menjadi diskusi, banyak pihak berharap kompetisi tetap berjalan tanpa gangguan politik. Piala Dunia dianggap sebagai momen besar olahraga global yang menyatukan berbagai bangsa.
Perkembangan Selanjutnya
Isu ini masih berstatus developing news dan dapat berubah sesuai dinamika politik global. Pemerintah Jerman, federasi sepak bola, serta pihak FIFA akan terus memantau perkembangan ketegangan terkait Greenland dan dampaknya terhadap persiapan Piala Dunia 2026.
Publik diminta mengikuti informasi dari sumber resmi dan tidak terjebak pada spekulasi yang belum terverifikasi. Keputusan final soal partisipasi Jerman akan diumumkan oleh otoritas terkait bila sudah ada keputusan resmi.


