×

AS Dorong “Fase Dua” Rencana Perdamaian Gaza Meski Ditentang Netanyahu

Genews.co.id Amerika Serikat melanjutkan dorongan untuk memasuki fase dua kesepakatan perdamaian Gaza meski mendapat penolakan terbuka dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Langkah ini disampaikan pemerintah AS setelah fase pertama gencatan senjata berjalan terbatas sejak akhir 2025. Rencana tersebut menimbulkan perbedaan sikap antara Washington dan Tel Aviv.

Fase dua diarahkan untuk memperluas penghentian konflik dan menata ulang pemerintahan di Jalur Gaza. Pemerintah AS menilai tahap lanjutan ini penting agar stabilitas jangka menengah dapat tercapai. Namun, Israel menilai beberapa poin rencana itu berisiko terhadap keamanan nasionalnya.

Fakta Utama Dorongan Fase Dua Perdamaian

Pemerintah AS menyatakan fase dua mencakup tiga agenda utama. Agenda itu meliputi demiliterisasi Gaza, pembentukan pemerintahan transisi, serta program rekonstruksi wilayah terdampak konflik. Pernyataan ini disampaikan pejabat Gedung Putih dalam pembaruan kebijakan luar negeri terbaru.

Dalam fase ini, AS juga mendukung pembentukan badan koordinasi internasional. Badan tersebut dirancang untuk mengawasi transisi politik dan distribusi bantuan kemanusiaan. Struktur ini disiapkan tanpa keterlibatan langsung Israel dalam tahap awal.

Benjamin Netanyahu menolak rencana tersebut secara terbuka. Kantor Perdana Menteri Israel menyebut pembentukan badan transisi itu tidak dikonsultasikan sebelumnya. Israel menilai proses tersebut mengabaikan kepentingan keamanan negaranya.

Latar Belakang dan Konteks Konflik

Rencana fase kedua merupakan lanjutan dari kesepakatan gencatan senjata tahap pertama. Tahap awal berhasil menekan intensitas pertempuran di beberapa wilayah Gaza. Pertukaran sandera dan bantuan kemanusiaan juga sempat berjalan terbatas.

Namun, fase pertama belum menyentuh akar persoalan konflik. Infrastruktur Gaza masih rusak berat. Sistem pemerintahan juga belum berfungsi normal akibat perang berkepanjangan.

Amerika Serikat kemudian mendorong fase lanjutan untuk mencegah konflik kembali meluas. Washington menilai tanpa pemerintahan sipil yang stabil, gencatan senjata tidak akan bertahan lama. Pendekatan ini mendapat dukungan sebagian negara mediator.

Dampak dan Situasi Terkini di Lapangan

Penolakan Israel memicu ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat. Meski begitu, kedua negara masih menjaga komunikasi politik dan militer. Hingga kini, belum ada langkah balasan konkret dari Israel selain pernyataan resmi.

Disisi lain, beberapa negara Arab menyatakan dukungan terhadap fase dua. Mesir dan Qatar menilai rencana tersebut dapat membuka jalan stabilisasi Gaza. Dukungan juga diarahkan pada percepatan bantuan kemanusiaan.

Situasi di Gaza masih rapuh. Gencatan senjata masih berlaku, namun insiden sporadis tetap terjadi. Bantuan internasional juga belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah.

Perkembangan Selanjutnya

Hingga kini, belum ada jadwal pasti penerapan fase dua. Pemerintah AS menyebut proses masih bersifat diplomatik dan bertahap. Washington terus melakukan pendekatan ke berbagai pihak terkait.

Israel tetap bersikukuh pada syarat keamanan ketat. Pemerintah Netanyahu menuntut jaminan penuh atas pelucutan senjata kelompok bersenjata. Posisi ini menjadi salah satu hambatan utama fase lanjutan.

Proses perdamaian Gaza masih berada dalam tahap berkembang. Semua pihak belum mencapai titik temu. Situasi diperkirakan akan terus dinamis dalam waktu dekat.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya