Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, BASARNAS dan Tim Gabungan Cari di Sekitar Maros–Pangkep
Genews.co.id Sebuah pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat itu hilang kontak pada Sabtu siang sekitar pukul 13.17 WITA, saat melintas di wilayah antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) segera merespons laporan tersebut dan mengerahkan tim SAR untuk mencari pesawat yang membawa 11 orang. Penerbangan ini dinyatakan dalam fase darurat oleh AirNav Indonesia setelah komunikasi terputus.
Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat Korban

Pesawat jenis ATR 42-500 itu terbang dari Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Menurut laporan resmi, pesawat terakhir kali berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) pada pukul 13.17 WITA. Setelah itu, sinyal kontak antara pesawat dan ATC terputus tanpa respons.
Data dari AirNav menunjukkan bahwa posisi terakhir pesawat berada di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, dengan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Lokasi ini menjadi fokus utama pencarian.
Basarnas Makassar menerima informasi dari AirNav dan langsung memobilisasi tim SAR ke titik koordinat yang telah ditetapkan. Tim menuju lokasi dugaan hilang kontak untuk melakukan pencarian dan pertolongan dengan cepat.
Komposisi Penumpang dan Awak Pesawat

Pihak Basarnas memastikan pesawat tersebut membawa 11 orang yang terdiri atas 8 kru penerbangan dan 3 penumpang. Identitas lengkap penumpang dan awak resmi belum dipublikasikan, namun jumlah tersebut telah dikonfirmasi oleh Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas.
Pesawat yang terlibat tercatat sebagai ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT. Maskapai Indonesia Air Transport menjadikan jenis pesawat ini salah satu armadanya untuk rute domestik. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait kondisi selanjutnya dari pesawat maupun penumpang.
Upaya Pencarian oleh BASARNAS dan Tim Gabungan
Basarnas Makassar telah mengerahkan puluhan personel SAR untuk operasi pencarian di kawasan Maros dan Pangkep. Tim telah dibagi ke dalam beberapa unit yang dilengkapi peralatan pencarian, termasuk kendaraan darat dan drone untuk pemantauan dari udara.
Selain itu, tim SAR gabungan melibatkan unsur TNI, Kepolisian, dan instansi lain untuk memperluas jangkauan pencarian. Koordinasi lintas institusi berlangsung intensif sejak laporan pertama diterima pada Sabtu siang.
Operasi gabungan juga membuka posko pencarian di kawasan Leang-Leang untuk pusat komando tim yang bertugas. Situasi medan pencarian dilaporkan cukup menantang karena area yang luas dan kontur tanah yang berbukit.
Tanggapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut serta dalam respons darurat ini. Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan dukungan penuh kepada Basarnas dan tim gabungan, serta menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan unsur TNI dan kepolisian setempat untuk mempercepat pencarian.
Pemprov juga menyiapkan ambulans dan tenaga kesehatan yang siap diberikan jika korban berhasil ditemukan selamat maupun tidak. Arahan cuaca dan kondisi medan turut menjadi perhatian dalam strategi pencarian agar upaya tidak menghambat keselamatan tim pencari.
Situasi Terkini dan Tantangan Operasi SAR
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung dan sedang difokuskan di sekitar kawasan Maros-Pangkep. Tim SAR bekerja tanpa henti meskipun medan dan kondisi komunikasi menjadi kendala dalam beberapa area.
Basarnas memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga pesawat dan seluruh orang di dalamnya ditemukan. Pemerintah serta masyarakat diminta menunggu informasi resmi dari otoritas terkait demi keamanan dan ketepatan informasi.


