Tanah Jakarta Amblas Rp 2,9 Triliun Setahun: Ancaman Tak Terbendung! Berita Utama

Genews.co.id – Tanah Jakarta terus mengalami penurunan muka tanah (land subsidence) yang sangat signifikan di setiap tahunnya. Dengan proyeksi kerugian ekonomi akibat banjir yang mencapai RP2.9 triliun per tahun, yang tercatat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Fenomena ini yang paling utama disebabkan oleh ekstraksi air tanah berlebih yang melemahkan struktur tanah di wilayah utara dan pesisir. Laju penurunan rata-rata 3.5-15 cm per tahun, bahkan hingga 28 cm di titik ekstrim. Penurunan tanah ini juga memperburuk banjir dan rob. Sumber:megapolitan.kompas.com.

Dampak Ekonomi

Hal ini memicu kerugian tahunan hingga mencapai US$186 million (setara 2,9 triliun) yang ditanggung pemerintah, masyarakat, dan swasta. Proyeksi jangka panjang hingga 2025 bisa mencapai US$400 juta jika tidak diatasi, dengan risiko banjir ekstrem yang sulit dikendalikan. Estimasi sebelumnya menyebutkan bahwa potensi Rp10 triliun dalam 10 tahun akibat banjir terkait subsidence.

Saran Upaya Penanganan

Penyedotan air tanah berlebih menjadi faktor dominan, ditambah hujan ekstrem dan geologi lokal yang rentan. Dari data satelit menunjukkan Jakarta sebagai kota dengan subsidence tercepat di dunia. rata-rata 3,9-10 cm per tahun di ratusan titik. Kondisi ini terpantau sejak 1974, dengan penurunan kumulatif hingga 4.5 meter di beberapa area selama 46 tahun.

Brin merekomendasikan penghentian penurunan tanah paling lambat 2030 melalui pengelolaan air tanah dan infrastruktur seperti tanggul. Pemerintah pusat telah memperingatkan dampak pada koridor ekonomi Jawa. Hal ini juga mencakup 70 kawasan industri di Pantura. Untuk solusi jangka pendek mencakup pengurangan ekstraksi air dan relokasi permukiman rawan.Sumber: wikatirtajayajatiluhur.id.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya