Ancaman Militer Trump Picu Ketegangan di Perbatasan Meksiko-AS
Genews.co.id -Pesawat mata-mata militer Amerika Serikat tiba-tiba muncul di langit pantai Meksiko. Setelah beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman militer. Hal ini menandai eskalasi baru dalam hubungan kedua negara. Dan memicu kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih serius di kawasan Amerika Tengah.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat pengintai Angkatan Laut AS jenis P-8 Poseidon melingkar-lingkar di dekat Tijuana pada hari Senin pagi. Penerbangan ini terjadi tepat setelah Trump, saat berada di atas Air Force One, memperingatkan Meksiko untuk “menata urusannya” terkait dengan aktivitas kartel narkobanya. Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer jika Meksiko gagal mengatasi masalah tersebut.
Penolakan Tegas dari Presiden Sheinbaum

Ancaman ini datang dua hari setelah operasi militer AS sukses menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Presiden Venezuela tersebut diyakini Trump sebagai penerapan “Doktrin Donroe”. “Narkoba mengalir deras melalui Meksiko, dan kita harus bertindak,” tegas Trump kepada wartawan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum langsung menanggapi dengan sikap tegas. “Kami tidak menerima intervensi dari pemerintah asing mana pun,” katanya pada Senin. Sheinbaum menekankan komitmen pemerintahannya untuk kerjasama bilateral tanpa sikap tunduk.
Menteri Pertahanan Meksiko sebelumnya mengakui kesadaran akan penerbangan militer AS di ruang udara internasional dekat wilayahnya. Namun, Sheinbaum menambahkan bahwa kekerasan di Meksiko juga dipicu oleh aliran senjata ilegal dari AS. Dan konsumsi narkoba di utara perbatasan.
Lonjakan Pengawasan Militer di Perbatasan

Militer AS telah meningkatkan drastis aktivitas pengintaian udara sejak pelantikan Trump. Selain P-8 Poseidon yang dilengkapi radar canggih dan teknologi intelijen sinyal. Pesawat U-2 dan RC-135 Rivet Joint juga dikerahkan di sepanjang perbatasan barat daya serta perairan internasional Meksiko.
Pesawat-pesawat ini biasanya digunakan untuk memantau musuh seperti Rusia dan China. Dan kini difokuskan pada kartel Meksiko yang ditetapkan Trump sebagai organisasi teroris asing. Trump juga mengancam tarif impor terhadap barang Meksiko jika negara tersebut tidak memperketat pengendalian peredaran narkoba dan imigrasi ilegal.
Ketegangan ini mengingatkan pada era sebelumnya ketika hubungan AS-Meksiko sempat memanas akibat isu perdagangan dan imigrasi. Namun, para analis memperingatkan bahwa ancaman militer Trump bisa memicu respons nasionalis di Meksiko, memperburuk situasi keamanan regional.


